Rabu, 22 April 2026 WIB

Abdul Wahid Resmi Sandang Gelar Datuk Seri Setia Amanah

Redaksi - Sabtu, 05 Juli 2025 15:19 WIB
Abdul Wahid Resmi Sandang Gelar Datuk Seri Setia Amanah
Penabalan geral adat Datuk Seri Setia Amanah oleh Datuk Seri Marjohan Yusuf kepada Gubernur Riau Abdul Wahid.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Gubernur Riau, Abdul Wahid, resmi menyandang gelar adat kehormatan "Datuk Seri Setia Amanah" yang ditabalkan langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf. Kegiatan penabalan berlangsung di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (5/7/2025).

Prosesi penabalan dimulai dengan pengalungan pingat, penyelipan keris hingga tepuk tepung tawar sebagai simbol penyucian dan doa keselamatan. Rangkaian tersebut menjadi penanda penting dalam perjalanan kepemimpinan Abdul Wahid sebagai pucuk pimpinan di Bumi Lancang Kuning.

Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengatakan bahwa penabalan gelar adat ini bukan sekadar simbol. Lebih dari itu, amanah tersebut juga tanggung jawab besar bagi pemimpin daerah.

Baca Juga:

"Perihal memberi gelar ini memang sudah menjadi tradisi umat manusia. Dalam berbagai sumber, baik lisan maupun tulisan, Melayu sebagai bangsa sekaligus suku juga amat memperhatikan gelar," katanya.

Dijelaskan, pemberian gelar Datuk Seri Setia Amanah kepada Gubernur Riau merupakan bentuk penghormatan atas peran kepala daerah sebagai payung panji masyarakat Melayu Riau. Ia menambahkan, dalam masyarakat adat Melayu Riau gelar adat dapat dikategorikan antara gelar adat saka/soko, gelar adat pusaka/pusako dan ada pula gelar adat lembaga.

Baca Juga:

"Kita mencatat, berbagai puak di Riau memberi gelar dalam berbagai jenis, diantaranya adalah gelar karena jabatan. Gelar adat dari LAMR yang ditabalkan kepada Gubernur Riau Abdul Wahid, memang sudah diatur secara konkret," jelasnya.

"Bahwa kepala daerah pada masing-masing tingkatan adalah payung panji masyarakat Melayu Riau yang bergelar Datuk Seri Setia Amanah. LAM mempunyai kewajiban menambahkan gelar tersebut kepada kepala daerah. Meski tetap merujuk pada kiprahnya dalam peradaban Melayu," lanjutnya.

Diungkapkan, penabalan ini juga memastikan agar tradisi dan aturan adat tetap terjaga. Sehingga, apabila tidak dilakukan pemberian gelar adat, maka hal tersebut menjadi pelanggaran bagi LAM Riau.

"Dapat juga berarti, bahwa LAM akan melanggar aturan itu sendiri apabila tidak menabalkan gelar Datuk Seri Setia Amanah. Karena penabalan ini sekaligus menjadikan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai Payung Panji Adat Masyarakat Melayu Riau," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Abdul Wahid mengucapkan terima kasih atas penabalan gelar yang diberikan oleh LAMR. Ia mengaku merasa terhormat sekaligus semakin termotivasi untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan adat budaya Melayu di Provinsi Riau.

"Gelar ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang besar untuk memperkuat persatuan, merawat tradisi, dan membawa Riau semakin maju tanpa melupakan jati diri," ujarnya.

Seusai prosesi, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah. Tampak kehangatan terpancar bagaimana adat istiadat bukan hanya simbol, tetapi juga napas kehidupan sehari-hari yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebelumnya, ketua panitia penabalan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai datuk seri setia amanah, Datuk Afrizal Alang menjelaskan, kepala daerah se-Riau mendapat gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dan wakil kepala daerah mendapat gelar datuk seri timbalan setia amanah, dengan panggilan kehormatan datuk seri diikuti nama gelar.

"Gelar adat yang diberikan ini karena jabatan yang sudah defenitif. Bila jabatan berakhir maka dengan sendirinya tanggal dan berakhir pula gelar yang disandangnya, bukan gelar yang melekat seumur hidup," terangnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh adat, pemuka agama, pejabat daerah serta undangan kehormatan dari berbagai kalangan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
LAMR Pekanbaru Dukung Penuh Kembalinya LMR Berkiprah di Kota Bertuah Pekanbaru
Stafsus Menteri ATR/BPN Bahas Verifikasi Tanah Adat Bersama LAMR
LAMR Keluarkan Maklumat, 23 Februari Hari Ekosistem Riau
Sinergi Bersama Bermasa, LAMR, JMSI dan Forwalis, Ratusan Takjil Dibagikan di Depan Bazar Ramadan
Dialog dengan LAMR, Hendry Munief Terima Sejumlah Gagasan
Kompensasi Lahan Pembangunan Tol tak Adil dan tak Transparan, Warga Rumbai Barat Mengadu ke LAMR
komentar
beritaTerbaru