GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026
GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2&ndash3 Mei 2026
Pemerintahan
Peran pemerintah daerah adalah menjaga ekosistem kebudayaan agar pantun terus hidup dan berkembang secara bermartabat di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Rabu (17/12/2025) malam.
"Pemerintah Provinsi Riau menyadari bahwa pelestarian pantun tidak dapat dilakukan secara berpraktis atau seremonial semata. Peran kami adalah menjaga ekosistem, memberi ruang, dukungan, dan keberlanjutan agar pantun terus hidup secara bermartabat," katanya.
Baca Juga:
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau saat ini tengah menyusun peraturan daerah (Perda) tentang Pemajuan Budaya Melayu.
Perda ini diharapkan menjadi payung hukum yang kuat dalam mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah, termasuk pantun.
Baca Juga:
Dijelaskan, pembahasan perda tersebut telah memasuki tahap panitia khusus (Pansus) di DPRD Provinsi Riau. Dalam draf yang dibahas, terdapat rencana pengalokasian anggaran untuk pemajuan budaya Melayu.
"Kita sedang menyusun perda untuk pemajuan budaya Melayu. Bu Adrias, kemarin sudah Pansus dan bergerak, ada menyebut angka 5% maksimal dari PAD murni kita kalau tidak salah, akan dialokasikan untuk pemajuan budaya Melayu di Provinsi Riau," jelasnya.
Alokasi anggaran tersebut dapat memperkuat program perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan Melayu secara terstruktur dan berkelanjutan. Sekda Syahrial Abdi mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan budaya, untuk mendukung DPRD Provinsi Riau agar segera menuntaskan pembahasan perda tersebut.
"Mari kita dukung bersama DPRD kita untuk segera menyelesaikan tuntas peraturan daerah ini, kemudian dapat kita implementasikan segera pada tahun 2026," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Riau juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh budaya, ahli pantun, akademisi, serta pegiat tradisi lisan yang selama ini konsisten menjaga pantun dengan ilmu pengetahuan dan ketulusan adab.
Ia ungkapkan, peringatan Hari Pantun Nasional tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum penguatan komitmen bersama agar pantun terus dipahami, dihidupi, dan dimuliakan sebagai identitas budaya Melayu.
"Semoga peringatan Hari Pantun Nasional ini menjadi penguat komitmen kita bersama, agar pantun tidak hanya dirayakan, tetapi terus dipahami, dihidupi, dan dimuliakan," tutup Sekda Riau Syahrial Abdi.
GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2&ndash3 Mei 2026
Pemerintahan
kabarmelayu.comJAKARTA Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Institut STIAMI resmi membuka pelaks
Pendidikan
kabarmelayu.comPEKANBARU Upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan melalui sinergi lintas sektor. Salah
TNI/Polri
kabarmelayu.comKAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar kembali menggelar Pentas Seni, Selasa pagi (2
Pendidikan
kabarmelayu.comJAKARTA Saat ini makin banyak para wanita muslimah yang terjun ke dunia usaha. Baik itu sebagai usaha tetap atau sampingan.
Parlemen
kabarmelayu.comPEKANBARU Kehadiran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Melayu Riau (LMR) di Pekanbaru menjadi momentum kebangkitan semanga
Budaya
kabarmelayu.comPEKANBARU Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretari
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan kawasan hutan, khususnya di wilayah Taman Nasional Tesso Nilo yang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi menghadiri Rapat Paripurna penyampaian rekomendasi Badan
Parlemen
kabarmelayu.comKAMPAR Pelaksaanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang dilaksanakan di UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri
Pendidikan