Senin, 27 April 2026 WIB

Pisah dengan Pertamina Hulu, PT BSP Siap Alih Kelola CPP Block

Harijal - Rabu, 06 Juli 2022 18:52 WIB
Pisah dengan Pertamina Hulu, PT BSP Siap Alih Kelola CPP Block
Foto: Ist.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - PT Bumi Siak Pusako (BSP) siap mengambil alih pengelolaan Wilayah Kerja Migas Coastal Plains and Pekanbaru (Blok CPP) yang akan dimulai pada 9 Agustus 2022 mendatang.

Sebelumnya CPP Blok dikelola oleh Badan Operasional Bersama (BOB) PT BSP dengan Pertamina Hulu selama 20 tahun.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut Yanin Kholison, dalam silaturahmi dan temu media di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru, Selasa (5/7/2022) sore, menyampaikan beberapa harapannya kepada PT BSP yang akan mulai mengelola sendiri CPP Blok pada 9 Agustus mendatang pasca berpisah dengan Pertamina.

Baca Juga:

Hanin mengatakan kepada media, alih kelola WK CPP Blok yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat terasa spesial karena kegiatan operasional bersama (BOB) akan melepaskan 20 tahun kebersamaan antara salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) dalam hal ini PT BSP dengan Pertamina Hulu.

Ia menambahkan, selama 20 tahun banyak peran penting dilakukan BOB dan ia berharap BSP kedepan bisa lebih berprestasi, salah satu prestasi itu adalah mencapai target produksi 1 juta barel/hari. Dimana saat ini produksi BOB baru mencapai sekira 700 ribu barel/hari.

Baca Juga:

Kemudian ia juga berharap khusus kepada BOB agar menuntaskan komitmen sisa pengeboran minyak di tujuh sumur minyak dari 15 sumur sampai Agustus mendatang.

Sementara itu Pjs. General Manager BOB PT BSP-Pertamina Hulu Airlangga Pratama Akbar seperti disiarkan cakaplah.com menyampaikan, secara teori ada sejumlah 1.951 juta barel minyak di bawah perut bumi Riau. Namun tidak semua bisa dimbil. Jumlah ini berpotensi bertambah lebih besar seiring perkembangan teknologi.

CPP Blok sendiri umurnya sudah 50 tahun. Pertama kali ditemukan di lapangan Kasikan. Ia menambahkan, CPP Blok sudah memberikan kontribusi besar buat seluruh rakyat Indonesia, termasuk menyelenggarakan program CSR untuk masyarakat.

Ia mengaku bahwa saat ini produksi minyak di seluruh dunia turun. BOB diharapkan bekerja keras terutama dalam menuntaskan dua pekerjaan besar pengeboran dan perawatan sumur.

"Semuanya membutuhkan biaya dan teknologi tinggi sehingga dapat menahan laju penurunan," terangnya.

Sementara itu tantangan operasi yang dihadapi di CPP Blok kedepan adalah mengalami kesulitan mendapatkan kepastian pembebasan lahan. Kendala lain adalah faktor alam yaitu banjir, kebakaran hutan, ancaman hewan buas.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan Riki Hariansyah diawal pemaparannya menyampaikan sejarah berdirinya PT BSP pada 17 Oktober 2001. Ia juga menceritakan sejarah panjang dan penuh lika-liku perjuangan agar BUMD di Riau bisa mendapatkan hak mengelola hasil migasnya.

Riau patut bersyukur karena pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada BUMD dalam mengelola minyak di daerah. Selama bekerjasama dengan Pertamina, PT BSP telah mendapatkan transfer ilmu dan pengetahuan.

Ia mengaku optimis bahwa PT BSP akan mampu meningkatkan produksi minyak di WK CPP Blok setelah BUMD yang sahamnya dipegang oleh Pemprov Riau, Pemkab Siak, Pemkab Kampar, Pemkab Pelalawan dan Pemko Pekanbaru ini mengelola ladang minyak bumi secara utuh atau 100 persen tanpa berada di bawah payung BOB dan bekerjasama dengan Pertamina.(**)

SHARE:
beritaTerkait
Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau
Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus
Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia
Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan
DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama PWI Kampar dan Anggota Legislatif PKS
Terpilih Aklamasi, Achmad Faisal Reza Ketua Umum KONI Pekanbaru 2026-2030
komentar
beritaTerbaru