Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Panggilan SPPD Fiktif, Kalau Mangkir Lagi Muflihun Bakal Dijemput Paksa

Redaksi - Rabu, 31 Juli 2024 17:48 WIB
Panggilan SPPD Fiktif, Kalau Mangkir Lagi Muflihun Bakal Dijemput Paksa
Muflihun saat memenuhi pemanggilan pemeriksaan pertama beberapa waktu lalu di Mapolda Riau.(Foto: detakindonesi
kabarmelayu.comPEKANBARU - Mantan Pj Wali Kota Pekanbaru dan Sekwan DPRD Riau, Muflihun, kembali mangkir dari panggilan penyidik Polda Riau Selasa (30/7/2024) semalam. Muflihun tidak hadir memberikan keterangan karena alasan urusan keluarga mendesak.

"Muflihun tidak bisa hadir karena ada urusan keluarga yang mendesak. Sehingga penyidik mengirimkan surat panggilan kedua hari ini untuk Muflihun," ungkap Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Nasriadi, Rabu (31/7/2024).

Penyidik akan melakukan pemanggilan kedua terhadap Muflihun yang diagendakan pada 5 Agustus 2024 mendatang. Pemanggilan itu terkait kasus SPPD fiktif di DPRD Riau. Saat itu Muflihun menjabat sebagai Sekwan.

Jika masih mangkir, maka polisi akan melakukan upaya paksa terhadap Muflihun

Baca Juga:

"Bila pada saat panggilan kedua tidak dapat memenuhi, maka akan dilakukan upaya paksa dengan mengeluarkan surat perintah membawa," tegas Nasriadi.

Sampai saat ini, penyidik Polda Riau telah memeriksa puluhan saksi terkait kasis SPPD fiktif tersebut. Di antaranya Sekwan DPRD Riau 2019-2020, Kaharudin.

Baca Juga:

"Saksi yang diperiksa di penyidikan akan masih terus bertambah mengingat pemeriksaan sampai saat ini masih terus berjalan," ungkap Kombes Nasriadi.

RRI

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
SPKN Ungkap Kejanggalan di Sentra Abiseka Rumbai, Urus Bantuan Sampai Maluku hingga Perusahaan Fiktif
SPKN Sorot Penganggaran Ulang 8 Paket Pengawasan Rekontruksi Jalan di PUPR-PKPP Riau 2026
SF Hariyanto Tegaskan ASN Setwan Riau, Jangan Ada Lagi Masalah SPPD
Tragedi Inovator di Pusaran Kekuasaan: Menggugat State-Crime terhadap Nadiem Makarim
Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Resmi Diluncurkan
Skandal Laptop BGN: Menguak Dugaan Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital
komentar
beritaTerbaru