Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
Dari total 45 orang yang dipulangkan tersebut 5 diantaranya merupakan anak-anak.
"Pemulangan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur terkait pemulangan mandiri warga negara Indonesia dari Depot Tahanan Imigrasi KLIA, Selangor," jelas Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan.
Baca Juga:
Para PMI ini dipulangkan menggunakan Kapal Majestic Kawanua, rombongan tiba sekitar pukul 12.55 WIB dan langsung disambut tim gabungan dari BP3MI Riau dan Pusat Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai untuk memastikan setiap prosedur berjalan lancar mulai dari pemeriksaan dokumen keimigrasian hingga pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan.
Secara umum, jelas Fanny, kondisi kesehatan para PMI baik, hanya ada beberapa yang mengalami keluhan ringan seperti gatal-gatal.
Baca Juga:
"Di antara para deportan, perhatian tertuju pada seorang pria bernama Abdurrahman. Ia baru saja menyelesaikan masa hukuman 6,5 tahun di Malaysia akibat terlibat dalam kejahatan transnasional (narkoba)," ungkap Fanny.
Proses yang lainnya yang harus diikuti para pekerja migran adalah mereka diarahkan untuk melakukan registrasi IMEI barang elektronik di Bea Cukai Pelabuhan Dumai.
Setelah itu, para PMI kemudian dibawa ke Rumah Ramah PMI untuk pendataan, pelayanan, serta fasilitasi perjalanan menuju daerah asal masing-masing.
"Sebaran daerah asal para PMI diantaranya dari Aceh 21 orang, diikuti Sumatera Utara 12 orang, Jambi 4 orang, Bengkulu 3 orang, Sulawesi Selatan 2 orang, Riau 2 orang, dan Jawa Timur 1 orang," ulas Fanny.
Agar kedepannya para imigran tidak lagi berangkat keluar negeri secara ilegal, BP3MI Riau memberikan edukasi penting terkait risiko bekerja di luar negeri secara non-prosedural.
Fanny mengungkapkan, pemulangan para PMI merupakan bentuk begara hadir untuk melindungi dan memastikan hak-hak pekerja migran terpenuhi.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya keberangkatan yang legal dan aman," tegas Fanny.
Fanny memastikan bahwa seluruh PMI yang dipulangkan akan mendapatkan pendampingan penuh hingga kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.
"Pemulangan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya, sekaligus membuka lembaran baru bagi para pekerja migran untuk membangun masa depan yang lebih baik di tanah air," pungkasnya.
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
kabarmelayu.com,INHIL Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dr. H. Udin Syafriudin, M. Kes, menanggapi pemberitaan da
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus digencarkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru. Dala
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat menangani
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa