Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
"Kalau dulu diabetes pada anak biasanya karena faktor genetik, sekarang penyebab utamanya obesitas dan gaya hidup tidak sehat," ujar Dicky dalam diskusi media Hari Diabetes Sedunia bertema 'Obesitas Teratasi, Diabetes Terkendali' pada Kamis, 13 November 2025.
Menurutnya, konsumsi makanan tinggi gula, kurang gerak, dan pola tidur yang berantakan membuat tubuh anak tidak mampu memanfaatkan insulin dengan optimal. Kondisi ini memicu resistensi insulin yang menjadi awal diabetes tipe 2.
Baca Juga:
Dicky menegaskan bahwa komplikasi diabetes pada anak bisa muncul lebih cepat, mulai dari gangguan penglihatan, tekanan darah tinggi, hingga kerusakan organ penting bila tidak segera ditangani.
Gejala Awal
Gejala diabetes tipe 2 pada anak juga sering tidak disadari. Salah satu tanda paling umum adalah sering buang air kecil (BAK), termasuk ngompol di malam hari. "Kalau anak sudah besar tapi masih sering ngompol, itu bisa jadi tanda kadar gula darahnya tinggi," katanya.
Baca Juga:
Selain itu, mudah haus, cepat lapar, dan berat badan turun tanpa sebab juga harus diwaspadai. Penurunan berat badan terjadi karena tubuh gagal memanfaatkan energi dari makanan akibat gangguan insulin.
"Tubuhnya mencoba mengeluarkan kelebihan gula lewat urin, tapi energinya tidak terserap. Anak jadi tampak lemas dan kurus," katanya.
Dia mengingatkan orang tua untuk tidak menunda pemeriksaan gula darah, terutama jika anak mengalami obesitas atau ada riwayat diabetes dalam keluarga.
Resistensi Insulin dan Obesitas Anak
Dicky kembali menegaskan bahwa resistensi insulin merupakan akar utama diabetes tipe 2 pada anak. "Tubuh memproduksi banyak insulin, tapi sel-selnya tidak merespons dengan baik. Akibatnya, gula darah tetap tinggi," katanya.
Kondisi ini sering dipicu penumpukan lemak viseral di perut dan sekitar organ. Anak dengan pola makan tinggi kalori, minuman manis, serta minim aktivitas fisik memiliki risiko lebih tinggi.
"Perubahan gaya hidup bisa mengembalikan sensitivitas insulin tubuh anak. Jadi, jangan tunggu sampai komplikasi muncul," tambahnya.
Dia menyarankan anak dengan berat badan berlebih untuk menjalani skrining metabolik minimal setahun sekali, termasuk pemeriksaan gula, kolesterol, dan tekanan darah.
Peran Orang Tua
Guna mencegah lonjakan kasus, Dicky meminta orang tua lebih aktif memantau kesehatan keluarga. Pemeriksaan sederhana seperti cek berat badan, lingkar perut, dan gula darah bisa dilakukan secara berkala.
"Kurangi makanan tinggi gula, batasi waktu di depan layar, dan biasakan anak bergerak setiap hari minimal 60 menit," ujarnya.
Dicky juga mengajak sekolah dan komunitas menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan sehat. "Anak-anak perlu dukungan bersama, bukan hanya dari orang tua. Ini bagian dari investasi jangka panjang untuk mencegah penyakit kronis di masa depan," pungkasnya.
Liputan6
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU BMKG Pekanbaru mencatat kenaikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Dari tadi pagi sebanyak 115, sore
Lingkungan
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas
TNI/Polri
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perkebunan adalah kekuatan dasar Riau yang harus diubah menjadi kesejahteraan rakyat. Perkebunan merupakan kekua
Ekbis
Polisi Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar SIM Palsu di Riau, 8 Tersangka Diamankan
Hukrim
Bukan Sekadar Menangkap, Noki Loviko Imbau Masyarakat Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak membongkar sindikat pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang be
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah hotspot (titik panas) di Riau terus bertambah. Pagi ini pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofis
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia, M. Qodari, hadir sebagai narasumber utama dalam program sini
TNI/Polri