Sempena HUT Riau ke-69, Pemprov Gelar Riau Bershalawat Bersama Habib Syech
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menggelar tablig akbar bertajuk Riau Bershalawat bersama tokoh ulama
Muslim
"Kalau dulu diabetes pada anak biasanya karena faktor genetik, sekarang penyebab utamanya obesitas dan gaya hidup tidak sehat," ujar Dicky dalam diskusi media Hari Diabetes Sedunia bertema 'Obesitas Teratasi, Diabetes Terkendali' pada Kamis, 13 November 2025.
Menurutnya, konsumsi makanan tinggi gula, kurang gerak, dan pola tidur yang berantakan membuat tubuh anak tidak mampu memanfaatkan insulin dengan optimal. Kondisi ini memicu resistensi insulin yang menjadi awal diabetes tipe 2.
Baca Juga:
Dicky menegaskan bahwa komplikasi diabetes pada anak bisa muncul lebih cepat, mulai dari gangguan penglihatan, tekanan darah tinggi, hingga kerusakan organ penting bila tidak segera ditangani.
Gejala Awal
Gejala diabetes tipe 2 pada anak juga sering tidak disadari. Salah satu tanda paling umum adalah sering buang air kecil (BAK), termasuk ngompol di malam hari. "Kalau anak sudah besar tapi masih sering ngompol, itu bisa jadi tanda kadar gula darahnya tinggi," katanya.
Baca Juga:
Selain itu, mudah haus, cepat lapar, dan berat badan turun tanpa sebab juga harus diwaspadai. Penurunan berat badan terjadi karena tubuh gagal memanfaatkan energi dari makanan akibat gangguan insulin.
"Tubuhnya mencoba mengeluarkan kelebihan gula lewat urin, tapi energinya tidak terserap. Anak jadi tampak lemas dan kurus," katanya.
Dia mengingatkan orang tua untuk tidak menunda pemeriksaan gula darah, terutama jika anak mengalami obesitas atau ada riwayat diabetes dalam keluarga.
Resistensi Insulin dan Obesitas Anak
Dicky kembali menegaskan bahwa resistensi insulin merupakan akar utama diabetes tipe 2 pada anak. "Tubuh memproduksi banyak insulin, tapi sel-selnya tidak merespons dengan baik. Akibatnya, gula darah tetap tinggi," katanya.
Kondisi ini sering dipicu penumpukan lemak viseral di perut dan sekitar organ. Anak dengan pola makan tinggi kalori, minuman manis, serta minim aktivitas fisik memiliki risiko lebih tinggi.
"Perubahan gaya hidup bisa mengembalikan sensitivitas insulin tubuh anak. Jadi, jangan tunggu sampai komplikasi muncul," tambahnya.
Dia menyarankan anak dengan berat badan berlebih untuk menjalani skrining metabolik minimal setahun sekali, termasuk pemeriksaan gula, kolesterol, dan tekanan darah.
Peran Orang Tua
Guna mencegah lonjakan kasus, Dicky meminta orang tua lebih aktif memantau kesehatan keluarga. Pemeriksaan sederhana seperti cek berat badan, lingkar perut, dan gula darah bisa dilakukan secara berkala.
"Kurangi makanan tinggi gula, batasi waktu di depan layar, dan biasakan anak bergerak setiap hari minimal 60 menit," ujarnya.
Dicky juga mengajak sekolah dan komunitas menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan sehat. "Anak-anak perlu dukungan bersama, bukan hanya dari orang tua. Ini bagian dari investasi jangka panjang untuk mencegah penyakit kronis di masa depan," pungkasnya.
Liputan6
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menggelar tablig akbar bertajuk Riau Bershalawat bersama tokoh ulama
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 25 pelajar, mahasiswa, dan guru asal Jepang turun langsung menanam pohon di kawasan Taman Hutan Raya Su
Lingkungan
kabarmelayu.com,SUMEDANG Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi secara simbolis menerima penyerahan lulusan Institut Pemerintahan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Fun Pingpong Competition bertema Mempererat Sinergi SKK Migas EMP PWI Riau resmi dibuka di Kantor PWI Ri
Sosial
Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandis dan Personel Siapkan Kebutuhan Air untuk Tanaman Jagung
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Riau I, Hendry Munief MBA, mengunjungi Pondok Pesantren (PP) Hidayatullah Peka
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke bangunan gedung Pasar Wisata Pas
Pemerintahan
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi di Buka, Polda Riau Hadirkan Layanan hingga Pulau Terluar
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, divonis hukuman dua tahun penjara. Abdul Wahid dinyatakan terbukti melakuka
Hukrim
Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bengk
Pemerintahan