Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Masuki Musim Hujan, Riau Cabut Status Darurat Karhutla

Harijal - Jumat, 25 November 2016 08:15 WIB
Masuki Musim Hujan, Riau Cabut Status Darurat Karhutla
riaueditor.com
Kepala BPBD Provinsi Riau, Edwar Sanger

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Satuan tugas (Satgas) penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau sepakat untuk mencabut status siaga darurat penanggulangan bencana asap akibat karlahut di Riau Tahun 2016 yang berakhir pada 30 November.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger kepada wartawan. Dikatakannya, memasuki musim penghujan, kondisi kabut asap juga sudah nihil. Dan sesuai kesepakatan tim Satgas, status Karhutla Riau dicabut.

"Alhamdulillah kita bisa mencabut status siaga darurat karlahut lebih awal. Tim satgas juga sudah kita bubarkan sementara," kata Kepala BPBD Provinsi Riau, Edwar Sanger, Kamis (24/11/16).

Baca Juga:

Kendati demikian, Edwar yang sekaligus menjabat sebagai Plt Walikota Pekanbaru ini mengaku akan tetap mengelar rapat-rapat evaluasi bersama lintas sektoral. Diantaranya, bersama BMKG stasiun Pekanbaru, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kehutanan, Manggala Agni, TNI AD/AU/AL, Polda Riau, Pemprov Riau dan BPBD kabupaten/kota.

"Kita tetap melakukan evaluasi, bukan berarti dibubarkan seutuhnya. Kita akan tetap pantau," tuturnya.

Baca Juga:

Sekedar Pengingat, sebelumnya Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor Kpts 580/VI/2016 tentang penetapan perpanjangan kedua status siaga darurat penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau Tahun 2016.

Yang mana, perpanjangan status siaga darurat penanggulangan bencana asap akibat karhutla di Riau sebagaimana dimaksud diktum kesatu berlangsung selama 149 hari terhitung 5 Juni 2016 sampai dengan 30 November.

Dalam SK Gubernur tersebut menerangkan, berdasarkan prediksi kondisi cuaca oleh stasiun Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, diperkirakan kekuatan El Nino melemah pada bulan Mei hingga Juni 2016 dan pada periode Juli-Agustus diprediksi fase normal. Namun, Juni-September 2016 musim kemarau mewaspadai di wilayah pesisir seperti Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis. Ditambah dengan arah angin pada tenggara hingga selatan menuju utara hingga timur laut dikhawatirkan asap mengarah ke negara tetangga.(rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Wako Agung Putus Langsung Kabel Fiber Optik Ilegal di Ronggo Warsito Pekanbaru
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kubang Jaya Lulus 100 Persen, Kepsek Tegaskan Penilaian Tak Hanya di Bidang Akademik
komentar
beritaTerbaru