Kamis, 11 Juni 2026 WIB

Ditolak Hong Kong, Abdul Somad Minta Klarifikasi Pemerintah

Harijal - Minggu, 24 Desember 2017 12:50 WIB
Ditolak Hong Kong, Abdul Somad Minta Klarifikasi Pemerintah
Ustadz Abdul Somad

JAKARTA - Ustaz Abdul Somad terpaksa membatalkan ceramahnya di Hong Kong karena adanya penolakan. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (23/12) sore ketika baru mendarat di Bandara Hong Kong.

Ia diadang sejumlah orang tak berseragam dan menginterogasinya. Usai diinterogasi, Ustaz Somad lalu diantar orang-orang tersebut ke pesawat yang sama untuk kembali ke Indonesia tanpa alasan yang jelas. Kejadian tersebut ia ceritakan melalui akun Facebooknya.

Kuasa hukum Ustaz Somad, Kapitra Ampera mengatakan kliennya akan segera melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada Kementerian Luar Negeri atas insiden tersebut sehingga bisa mengetahui duduk persoalannya.

Baca Juga:

"Ini penting kami lakukan untuk mengetahui apalah upaya yang dilakukan Hong Kong itu adalah atas permintaan Pemerintah Indonesia atau Pemerintah Cina," ujar Kapitra dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (24/12).

Protes keras juga akan dilakukan kepada pemerintah Indonesia dan Cina terkait kasus ini karena Ustaz Somad dinilai sebagai ulama yang dikagumi masyarakat Indonesia. Kasus ini juga akan dilaporkan ke DPR supaya menegurp emerintah agar serius melindungi warganya yang melakukan kunjungan ke luar negeri.

Baca Juga:

Kapitra meminta kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas. "Apakah ada order dari orang-orang tertentu yang memberikan laporan fitnah kepada imigrasi Hong Kong sehingga Ustaz Abdul Somad ditolak imigrasi memasuki wilayah Hong Kong," kata Kapitra. 


(republika.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan
Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam
Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil
Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru
Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur
Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan
komentar
beritaTerbaru