Kamis, 11 Juni 2026 WIB

PBNU Minta Kapolri Turun Tangan Bongkar Motif Penganiayaan Ulama

Harijal - Minggu, 04 Februari 2018 19:00 WIB
PBNU Minta Kapolri Turun Tangan Bongkar Motif Penganiayaan Ulama
(Foto: Okezone)
PBNU

JAKARTA - Sekjen PBNU KH Marsudi Syuhud meminta Kapolri Jendral Tito Karnavian turun tangan untuk mengungkap peristiwa kekerasan terhadap dua ulama di Jawa Barat.

"Kita langsung minta ke Kapolri untuk di dalami semuanya yang terjadi," katanya kepada Okezone, Minggu (4/2/2018).

Menurutnya, aksi yang dilakukan para pelaku yang dinyatakan ganguan jiwa ini dianggap penting untuk diungkap, mengingat pada saat kejadian sudah memasuki tahun politik oleh karena itulah dirinya meminta polisi agar melakuka penyelidikan lebih mendalam.

Baca Juga:

"Ini karena sudah memasuki era politik atau bagaimana tapi faktanya ada 2 ulama di aniyaya di Jabar, dasar itulah yang kita lihat yang di Bandung yang lagi solat . yang ditangkap sudah katanya punya penyakit saikologi," tuturnya.

Menurut Masurdi, masyarakat jangan terlalu percaya atas hasil tes kejiwaan para pelaku yang melakukan aksi kekerasan terhadap ulama.

Baca Juga:

"Janga cuman percaya kaya gitu. kok gampang banget percaya sama punya penyakit saikologi, jadi ga sekedar ngomong itu gangguan jiwa. harus dokternya independen agar masyarakat percaya,"tuturnya.

Namun demikian, dirinya meminta masyarakat tetap tenang, tetap waspada dan jangan melakukan main hakim sendiri jika kembali terjadi di lingkungan.

"Masyarakat tenang dan waspada menjaga kondussifitas kampung. jangan maen hakim sendiri," lanjutnya.

Sementara itu. Pakar hukum pidana dari UII Yogyakarta Muzakir mengatakan dalam peristiwa penganiyayan terhadap ulama di Jawa Barat dirinya meminta polri jangan terburu-buru mengambil sikap atas tes kejiwaan dokter.

"Saya kira menarik pertama itu justru kita mencurigai seoramg yang melakukan benar-benar gila atau tidak, Karena dia subuh ada di mesjid masa kalo ga ada motif kesana kan (aniyaya) tidak mungkin. kalau kasus pertama penyidik hars fair," tutupnya.

Seperti diketahui dalam kurun waktu kurang dari sepekan, dua ulama di Jawa Barat dianiaya. Salah seorang di antaranya bahkan meninggal dunia.

Peristiwa penganiayan terhadap dua ulama yang ada di Jawa Barat menyedot perhatian publik. Apalagi, pelakunya disebut orang yang mengalami gangguan jiwa.

Penganiayaan pertama dialami pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Santiong, Kampung Sentiong RT 04/01, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Emon Umar Basyri (60) yang akrab disapa Ceng Emon atau Mama Santiong.

Penganiayaan itu terjadi di Masjid Al-Hidayah, Pesantren Santiong. Saat itu, korban sedang duduk wirid atau berzikir seusai melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Suasana di dalam masjid saat penganiayaan terjadi sedang sepi, karena seluruh santri telah kembali ke pondok masing-masing setelah Salat Subuh.

Akibat penganiayaan itu korban mengalami luka serius, hidung patah dan tengkorak kepala retak. Bahkan korban sempat tak sadarkan diri. Oleh para santri, korban dibawa ke RS AMC Cileunyi lalu dirujuk ke ke UGD Al Islam Bandung, Jalan Soekarno-Hatta.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk meringkus pelaku penganiayaan terhadap KH Emon. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkan tersangka penganiayaan terhadap kyai yang akrab disapa Ceng Emon itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis kejiwaan, tersangka diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Namun demikian polisi masih terus mendalami kasus ini.

Belum selesai kasus penganiayaan terhadap KH Emon, muncul lagi kasus penganiayaan terhadap ulama. Kali ini, korbannya adalah Ustaz R Prawoto, yang merupakan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia (Persis) Pusat.

Korban dianiaya Kamis (1/2/2018) pukul 07.00 WIB oleh Asep Maftuh (45). Ustaz Prawoto mengalami luka parah di kepala dan patah tangan kiri akibat dipukuli oleh Asep yang merupakan tetangganya di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Ustadz Prawoto meninggal dunia pukul 17.30 WIB.

(okezone.com)

SHARE:
beritaTerkait
Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan
Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam
Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil
Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru
Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur
Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan
komentar
beritaTerbaru