Polresta Pekanbaru Gerebek Lokasi Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu, 3 Tersangka Ditahan
Polresta Pekanbaru Gerebek Lokasi Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu, 3 Tersangka Ditahan
Hukrim
Dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau terkait pembahasan pembentukan peraturan daerah pada Sabtu (29/11/2025), ia menegaskan bahwa kondisi darurat di wilayah sekitar menjadi pengingat pentingnya memperkuat kesiapsiagaan daerah di Riau.
SF Hariyanto mengungkapkan bahwa Pemprov Riau telah menerima data peringatan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Data tersebut mengindikasikan adanya potensi peningkatan hujan badai yang diprediksi dapat berdampak signifikan ke wilayah Riau.
Baca Juga:
"Kami sudah dapat data dari BMKG, dan potensi cuaca ekstrem ini bisa berpengaruh ke Riau," ujar SF Hariyanto merujuk pada perlunya peningkatan kewaspadaan di tengah perubahan iklim ekstrem.
Kekhawatiran Pemprov Riau semakin besar setelah mencermati dampak kerugian besar akibat bencana yang terjadi di provinsi sekitar. Dirinya juga telah segera berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau untuk meninjau ulang dan memastikan kesiapan alokasi anggaran darurat daerah.
Baca Juga:
Plt Gubernur secara spesifik menyoroti alokasi awal anggaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana darurat yang saat ini hanya dianggarkan sebesar Rp20 miliar. Ia menggarisbawahi potensi ketidakcukupan dana jika terjadi bencana skala besar di Riau.
"Melihat dampak bencana yang terjadi di provinsi tetangga, saya khawatir anggaran itu akan berat jika kita menghadapi situasi serupa," jelasnya.
Menyikapi kekhawatiran tersebut, SF mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan dan program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Riau. Program dan kegiatan yang dinilai tidak prioritas akan segera dipangkas atau ditunda.
Tujuannya adalah untuk menggeser dan memperkuat alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) demi menghadapi kondisi darurat dan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Penambahan dana darurat prioritas utama untuk menjamin respons cepat dan efektif terhadap potensi bencana.
"Setelah rapat evaluasi, kegiatan yang tidak prioritas akan kita geser, dan anggaran BTT akan kita tambah," tegas Plt Gubernur.
Kesiapsiagaan dan langkah antisipasi ini harus dimulai sejak dini tanpa menunda-nunda. Persiapan yang matang adalah kunci agar Pemprov Riau tidak kewalahan dan mampu merespons dengan cepat jika bencana alam, seperti banjir atau longsor, terjadi secara tiba-tiba di wilayah Riau.
"Kita harus bersiap dari sekarang. Kalau tidak siap, kita akan berat menghadapinya," tambahnya.
Meskipun mengambil langkah pencegahan dan memperkuat dana siaga, ia tetap berharap dan berdoa agar Provinsi Riau terhindar dari kejadian serupa yang menimpa provinsi lain. Namun kewaspadaan dan upaya antisipasi harus terus dijaga.
"Kita berdoa bersama semoga Riau terhindar dari bencana. Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan," tukasnya.
Polresta Pekanbaru Gerebek Lokasi Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu, 3 Tersangka Ditahan
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Staf Khusus Menteri Pertahanan (Stafsus Menhan) Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya, merilis pernyataan tegas y
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Kota Pekanbaru
Muslim
Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Kibarkan Bendera 81 Meter di Pesisir Kampar
TNI/Polri
kabarmelayu.com Usai AIG Ditahan, Tiga Tokoh Pengelolaan Dana Jalan Pematang Panjang Disorot!
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Seorang remaja 18 tahun tewas di tempat setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Jenderal Sudirman, tepatny
Peristiwa
Ribuan Personel Dan Alutsista Paspampres Siap Amankan Rangkaian HUT Ke81 RI
TNI/Polri
Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya evakuasi Harimau Sumatera yang beberapa pekan ini meresahkan warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung Kabu
Peristiwa
Apel Siaga Karhutla 2026, Kapolda Riau Tekankan Kolaborasi PolriTNIPemda
Lingkungan