Sabtu, 08 Agustus 2026 WIB

Daerah Penerima JIAT Terbanyak 2025, Siak Kejar Solusi Air Jangka Panjang ke Sawah Petani

Redaksi - Senin, 01 Desember 2025 20:21 WIB
Daerah Penerima JIAT Terbanyak 2025, Siak Kejar Solusi Air Jangka Panjang ke Sawah Petani
Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli saat silaturahmi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera III Kementerian PUPR.(Foto: Diskominfotik)
kabarmelayu.comSIAK - Kabupaten Siak menjadi daerah penerima program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) terbanyak pada tahun 2025, yakni 23 titik dengan total anggaran sekitar Rp36,8 miliar dari APBN.

Informasi tersebut disampaikan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli seusai melakukan silaturahmi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera III Kementerian PUPR, Senin (1/12/2025).

Dalam pertemuan itu, Bupati Afni menyampaikan apresiasi kepada pihak balai yang telah menerima dan mendukung langkah pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan JIAT sangat berarti bagi petani di Kabupaten Siak yang selama ini menghadapi persoalan keterbatasan air untuk mengairi sawah pada saat musim kemarau.

Baca Juga:

Bupati perempuan pertama di Siak itu menjelaskan, program JIAT menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk mengatasi kelangkaan air, terutama pada musim tanam. Afni menilai pemenuhan air untuk sawah harus segera ditangani agar produksi pertanian tetap stabil.

Selain program JIAT, pemerintah daerah juga menyoroti kondisi saluran tersier yang mengalami pendangkalan. Afni menegaskan bahwa perbaikan jaringan tersier menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi air ke lahan petani dapat berjalan optimal.

Baca Juga:

Pemkab Siak, ungkap Afni, akan kembali mengajukan lebih banyak titik program JIAT pada tahun mendatang. Hal itu dilakukan untuk memastikan petani memperoleh akses air yang memadai sambil menunggu solusi permanen yang tengah disiapkan.

Sejalan dengan upaya jangka pendek tersebut, Pemkab Siak mulai menjajaki opsi jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan waduk atau long storage seluas sekitar 100 hektare. Waduk ini diharapkan mampu menjadi sumber air yang lebih stabil bagi pertanian.

Menurut Afni, rencana pembangunan waduk membutuhkan dukungan dari kementerian terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian ATR/BPN. Dukungan tersebut diperlukan untuk proses pelepasan kawasan demi kepentingan rakyat dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Siak.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tunjukkan Hasil Smart Farming Binaan BI di Bunga Raya Produktivitas Padi Meningkat
Program Nasional Revitalisasi Sekolah, Siak Sudah Terima Rp61 Miliar
Siak Masuk Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia
Wabup Bagus Santoso Panen Semangka Petani Milenial, Ajak Perkuat Sinergi Membangun Pertanian Modern
Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Bagus Santoso Hadiri Panen Raya Bersama TNI di Siak Kecil
Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan
komentar
beritaTerbaru