Polresta Pekanbaru dan BNN Gerebek Sarang Narkoba, Lima Orang Diamankan
Polresta Pekanbaru dan BNN Gerebek Sarang Narkoba, Lima Orang Diamankan
Hukrim
"Pertama terima kasih, beberapa waktu lalu Ibu Marsini (Kakak kandung Marsinah) mengundang saya untuk hadir ke Nganjuk. Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir. Tadi kita berziarah ke makam Almarhum, kemudian sempat menengok rumah masa kecil beliau, kata Sigit, Sabtu (27/12/2025).
Usai berziarah, Sigit juga melakukan Groundbreaking museum atau rumah singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Jatim. Tempat itu dibangun untuk mengenang segala bentuk perjuangan Marsinah terhadap kelompok buruh di Indonesia.
Baca Juga:
Groundbreaking untuk rumah singgah ini kata Kapolri sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah. Untuk mengenangnya sebagai salah satu tokoh Pahlawan Nasional dari buruh.
Sigit berharap, museum ini bisa menjadi semangat yang diwariskan oleh Marsinah kepada kelompok buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya.
Baca Juga:
"Tentunya saya selalu sampaikan, laksanakan dengan baik, terukur sehingga pesannya sampai, hak-hak buruh tetap bisa diperhatikan. Namun di sisi lain, pembangunan, iklim investasi, pertumbuhan ekonomi semuanya tetap kondusif. Karena kita semua ingin bahwa semua tetap terjaga," ujar Kapolri Sigit.
Pembangunan museum ini juga diharapkan bisa menghidupkan pertumbuhan perekonomian di Desa Nglundo, serta munculnya UMKM yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Museum ini juga bisa menjadi salah satu kebanggaan. Lantaran ada tokoh nasional yang dimakamkan, dilahirkan dan dibesarkan di desa tersebut.
Museum ini adalah aset Desa Nglundo, aset Kabupaten Nganjuk, aset Provinsi Jatim dan aset Indonesia.
Sebagai tambahan, Marsinah Lahir 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Dia adalah seorang aktivis buruh yang dikenal karena perjuangannya dalam membela hak-hak pekerja di Indonesia.
Marsinah bekerja di PT. Catur Putra Surya (CPS). Dia diculik dan dibunuh pada 8 Mei 1993. Marsinah kini dijadikan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di era Orde Baru.
Marsinah dikenang sebagai perempuan pemberani yang vokal dalam menyuarakan hak-hak buruh. Kematiannya menjadi titik penting dalam perjuangan hak buruh di Indonesia.
Marsinah menerima Penghargaan Yap Thiam Hien pada 1993. Pada 10 November 2025, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 10 November 2025.
Dia menjadi Pahlawan Nasional Pertama yang lahir pasca-Kemerdekaan Indonesia.
Humas Polri
Polresta Pekanbaru dan BNN Gerebek Sarang Narkoba, Lima Orang Diamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Provinsi Riau menyuarakan desakan keras agar besarnya keuntungan perusaha
Sosial
kabarmelayu.com,KUTAITIMUR Warga Desa Bumi Etam Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan timur mengeluh. Pasalnya, sunga
Lingkungan
Perkuat Kemitraan, Polsek Bina Widya, dan Ojol Bersatu Jaga Keamanan
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Forum Aksi Tenaga Kerja Lokal (FAPTekal) Dumai kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Dumai, Rabu (28/10/2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menilai persoalan terkait LGBT di tengah masyarakat membutuhkan penanganan secara terpa
Sosial
kabarmelayu.com, DUMAI Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Riau setelah Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau periode 2
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Oknum anggota Polri berinisial WP (37) diduga membunuh ibu kandungnya, Farida Hanum (64), seorang pensiunan apa
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke98
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 166 kasus kebakaran bangunan te
Peristiwa