Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Bupati Rohil Hadiri Apel dan Raker Cegah Karlahut

Perusahaan di Rohil Diminta Berperan Aktif
Harijal - Jumat, 03 Februari 2017 16:15 WIB
Bupati Rohil Hadiri Apel dan Raker Cegah Karlahut
humas riau
Bupati Rohil Hadiri Apel dan Raker Cegah Karlahut.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Bupati Rokanhilir H Suyatno menghadiri apel dan rapat Komitmen bersama Pemerintah Daerah,TNI,Polri Dengan Pelaku Usaha Perkebunan / Kehutanan Dalam rangka pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau,Di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (3/2/17) pagi.

Selain dihadiri Bupati Rohil turut hadir,Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei , Gubernur Riau Arsyad juliandi Rahman,Pangdam I  BB Mayjen. L. Pusung, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara serta sejumlah Bupati dan Walikota se Riau juga pelaku perkebunan serta tokoh masyarakat riau.

Rakor langsung dibuka oleh Kepala BNPB yang intinya meminta kepada semus pihak bersama sama mengantisipasi terjadinya karlahut diwilayah masing- masing. "Musibah karlahut uda isu nasional,mari bersama menjaga,mencegah terjadinya karlahut,"himbau Wiliam

Baca Juga:

Bupati Rohil H Suyatno mengatakan akan bekerja keras untuk mencegah dan mengatasi terjadinya karlahut di wilayah Rokan Hilir.

"Kita akan terjunkan seluruh stok holder untuk mengantisipasi terjadinya karlahut di Rohil. Kita himbau semua kalangan baik perusahaan dan masyarakat untuk menjaga dan mencegah karlahut," kata Suyatno.

Baca Juga:

Sementara itu Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam smabutannya  menegaskan komitmen Riau tak akan kembali mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti tahun-tahun sebelumnya yang berdampak pada bencana asap, yang puncaknya terjadi pada tahun 2015 lalu.

Komitmen untuk membebaskan Riau dari bencana asap akibat karhutla ini, katanya sudah berjalan diterapkan olehnya dengan Pergub Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana aksi pencegahan karlahut di Riau. Ia berharap dukungan semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar hutan untuk tak membakar hutan dan lahan.

"Tahun lalu alhamdulillah asap jauh berkurang di Riau. Ini tentu karena semua bekerja melakukan pencegahan dini. Dan kita sudah melakukan rencana aksi pencegahan karhutla,” kata gubernur yang akrab disapa Andi Rachman ini.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan betapa pentingnya langkah pencegahan dilakukan ketimbang melakukan penanggulangan yang lebih banyak memakan kerugian. Pemerintah telah melakukan sosialisasi pentingnya pencegahan karhutla kepada masyarakat.

Andi menuturkan, Jokowi berpesan pada kepala daerah yang hadir dalam Rakornas tersebut agar kebakaran lahan dan hutan di 2015 lalu menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah. Saat itu, dampak kebakaran tidak hanya menekan angka pertumbuhan ekonomi tapi juga mempengaruhi sektor penerbangan serta banyak sektor lainnya yang membuat Riau menderita kerugian yang sangat besar.

"Tahun 2015 waktu itu kerugian yang diderita oleh beberapa daerah yang mengalami bencana asap termasuk Riau, mencapai angka Rp220 triliun," sebut Andi.

Selain kerugian materil, negara juga mengalami banyak kerugian lainnya seperti jumlah penderita ISPA. Angka korban penderita ISPA yang diterima oleh negara pada tahun tersebut mencapai 504 ribu orang terutama anak-anak dan lansia. Dampak lain yang juga dirasakan adalah hilangnya habitat keragaman hayati kita.

"Keragaman hayati ini juga dampak yang tidak bisa dihitung secara ekonomi. Karena ada 2,6 juta hektar lahan dan hutan terbakar," ujar dia lagi.

Kepada Jokowi, Andi melaporkan saat ini sudah ada dua kabupaten di Riau yang menetapkan status siaga darurat sebagai langkah antisipasi untuk mengawasi lahan rawan yang berpotensi besar akan dibakar oleh para perambah maupun masyarakat tak bertanggung jawab.

"Status ini juga sudha kita terpkan untuk seluruh Kabupaten dna Kota yang ada di Riau belum lama ini, hla ini membuat kita lebih leluasa bergerak melakukan antisipasi, baik antisipasi oleh pihak TNI, Polri maupun oleh pihak pelaku usaha," terangnya.

Jika semua pihak komitmen dan bahu-membahu melakukan antisipasi, Andi optimis target Riau bebas asap pada 2017 bisa tercapai. "Masyarakat harus menyadari bahwa membakar hutan terutama untuk membuka lahan sebenarnya sangat merugikan," tandasnya.(rec)

SHARE:
beritaTerkait
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
komentar
beritaTerbaru