Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Nama Kecamatan Talang Muandau Pemekaran dari Pinggir, Ini Cerita Sejarahnya

Harijal - Jumat, 10 Februari 2017 18:33 WIB
Nama Kecamatan Talang Muandau Pemekaran dari Pinggir, Ini Cerita Sejarahnya
goriau.com
Kades Beringin mengajak Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Plt Dinas PUPR Tajul Mudarris, Plt Disdik Bengkalis Edi Sakura serta Kabag ULP Adi Prasetio untuk meninjau kondisi Desa Beringin.

DURI, kabarmelayu.com - Kecamatan Talang Muandau atau biasa disebut Mandau merupakan salah satu Kecamatan pemekaran dari Kecamatan Pinggir yang sudah diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, Dan Kerjasama Direktorat Jenderal Administrasi Bina Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr Drs Rizari, M.Ba, M.Si, Kamis (9/2/2017) lalu.

Banyak masyarakat awam masih penasaran dengan makna dari nama 'Talang Muandau' tersebut. Kenapa pemerintah memberikan nama Kecamatan baru tersebut hampir bersamaan dengan Kecamatan Mandau yang merupakan Kecamatan induk dari Kecamatan Bathin Solapan.

Dalam perjalanan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin beserta rombongan meninjau lokasi yang akan dibangun kantor Kecamatan Talang Muandau ini, Jumat (10/2/2017) siang, mendapatkan cerita asal muasal nama Kecamatan baru tersebut.

Baca Juga:

Dari keterangan Kepala Desa Beringin, Suwandi ide nama Kecamatan tersebut berasal dari sejarah daerah tersebut sejak zaman kerajaan Siak dan selalu diturunkan para orang tua-tua kepada anak cucunya.

Kata Suwandi, 'Talang' memiliki makna anak pedalaman yang masih hidup dengan keterbelakangan. Ditahun 1718 silam, anak pedalaman atau penduduk pribumi yang menetap di Desa Beringin ini sering disebut dengan istilah 'Talang'.

Baca Juga:

Selanjutnya asal kata 'Muandau' yang dibunyikan sama dengan 'Mandau' itu berasal nama suatu sungai yang awalnya sungai tersebut bernama sungai Jantan.

"Jadi awalnya sebelum diberi nama sungai Siak namanya adalah sungai Jantan. Sungai Muandau juga begitu, nama awalnya sungai Kali Munting. Raja Koto Gasip, Panglima Sigimbam dalam perjalanannya membawa rakyat untuk bekerja kehabisan bekal makanan. Kemudian bekal makanan yang ada nasi, ubi, keladi dan kangkung serta lainnya dicampur dengan air sungai Mandau ini agar seluruh rakyatnya tidak kelaparan saat itu," ujar Suwandi menjelaskan.

Talang Muandau yang dimaksud adalah gabungan 2 suku kata yang memiliki makna tentang sejarah masyarakat Desa Beringin dan sekitarnya.

"Jadi Talang Muandau itu anak pedalaman yang tinggal disekitar sungai kini sudah mulai maju dengan adanya campuran budaya dan ras yang masuk ke Desa Beringin. Anak pedalaman yang kini sudah menjadi orang sukses dan berpendidikan tinggi. Namun sejarah daerah itu tetap harus dilekatkan agar generasi penerus berikutnya tahu," ujar Suwandi dengan bersemangat mendampingi Bupati Bengkalis keliling Desa.

 


sumber: goriau.com

SHARE:
beritaTerkait
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
komentar
beritaTerbaru