Sabtu, 06 Juni 2026 WIB
Kuliah Umum di Unsyiah

Menkeu: Kemiskinan Tantangan Terbesar dalam Pembangunan

Harijal - Kamis, 05 Januari 2017 16:36 WIB
Menkeu: Kemiskinan Tantangan Terbesar dalam Pembangunan
gonews.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Plt Gubernur Aceh Soedarmo, Rektor Unsyiah Samsul Rizal usai mengisi kuliah umum di Unsyiah, Kamis (5/1/2017)

BANDA ACEH - Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kuliah umum bertema “Peran Fiskal dalam Membangun Perekonomian Inklusif” itu berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (5/1/2017).

Dalam penjelasannya, Sri Mulyani mengatakan bahwa APBN merupakan instrumen penting dalam pembangunan Indonesia. Sebab APBN berperan untuk menghadirkan masyarakat yang adil dan makmur yang dapat diwujudkan dengan mengentaskan kemiskinan, meningkatkan produktivitas, daya saing, dan mengurangi kesenjangan ekonomi di dalam masyarakat.

“Daya saing negara bisa bertahan lama jika ditumpukan pada manusianya. Sebab hanya manusia yang mampu bersaing,” jelasnya.

Baca Juga:

Sri Mulyani menyebutkan, kemiskinan merupakan tantangan terbesar dalam pembangunan, sehingga kerap membentuk ketimpangan sosial di tengah masyarakat dan menghambat proses pembangunan. Ketimpangan ini akan menyebabkan orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin. Untuk itu dibutuhkan instrumen APBN yang tepat untuk mengubah seluruh aspek kehidupan tak terkecuali di dunia pendidikan.

“Namun, saya mengapresiasi kepedulian Unsyiah terhadap dunia pendidikan dengan menyediakan bantuan pendidikan beasiswa Bidikmisi bagi 5.000 mahasiswa,” sebutnya.

Baca Juga:

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu cara mengentaskan kemiskinan sekaligus berguna untuk peningkatan daya saing. Sri Mulayani berharap para mahasiswa agar dapat menempuh pendidikan dan bekerja dengan baik.

“Mahasiswa Unsyiah jika lulus nanti jadilah warga negara yang baik. Bekerja dan bayar pajak,” pesannya.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal, Plt Gubernur Aceh, Soedarmo, para Wakil Rektor, Dekan, dan pejabat Unsyiah lainnya.

 

 

(gonews.com)

SHARE:
beritaTerkait
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
komentar
beritaTerbaru