Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
PANGKALAN KERINCI - Mengenalkan bahasa asing diantaranya Bahasa Inggris sejak dini merupakan hal yang baik untuk bekal anak di masa depan. Namun, tidak semua anak mendapatkan pembelajaran Bahasa Inggris sejak dini.
Melalui English Reading Program yang dilakukan Ikatan Wanita Riau Andalan (IWARA), guru Yayasan Kerinci Citra Kasih (IWARA), AA Wives, dan persatuan istri staff RGE Singapura atau SG Wives. Kegiatan ini dilaksanakan di 15 Tempat Penitipan Anak (TPA) yang berada di Rantau Baru, Langgam, Gondai, dan Penarikan, Kabupaten Pelalawan.
Pengurus TPA Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Syarifah mengatakan kegiatan ini sangat berguna bagi anak-anak asuh yang berada di TPA. Selain meningkatkan kemampuan anak, bahasa asing ini juga dapat meningkatkan percaya diri dan mendorong mereka untuk lebih banyak belajar hal baru.
Baca Juga:
''Kami para pengasuh di TPA merasa terbantu dengan kegiatan English Reading Program ini. Anak-anak asuh kami merasa senang mengenal istilah dan bahasa baru yang diajarkan secara sederhana dan sesuai bagi anak-anak,'' ujarnya, Selasa, (10/1/17).
Ketua Umum IWARA, Azrina Rudi Fajar mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian ibu-ibu yang tergabung dalam IWARA, Guru YKCK, AA Wives, dan SG Wives dalam perkembangan pendidikan anak-anak di wilayah operasional yang selama ini akses untuk belajar bahasa asing masih terbatas.
Baca Juga:
Riau Representative Tanoto Foundation, Asri mengatakan kegiatan tersebut telah diadakan sejak tahun 2013.. Kegiatan ini terus berlanjut secara rutin sebulan sekali dan sudah didukung penuh oleh IWARA, guru YKCK, AA Wives, dan SG Wives. Kegiatan ini diisi dengan konsep yang menyenangkan seperti belajar bahasa Inggris sambil bernyanyi, menggambar dan lainnya.
''English Reading Program ini merupakan bentuk kepedulian IWARA, guru YKCK, AA Wives, dan SG Wives kepada pendidikan di daerah desa sejak tahun 2013 yang diinisiasi oleh Ibu Tinah Bingei Tanoto. Sesuai dengan prinsip bapak Sukanto Tanoto dalam menjalankan bisnisnya kehadiran perusahaan harus senantiasa memegang tegus prinsip 4C, yaitu baik untuk masyarakat (community), negara (country), iklim (climate) dan perusahaan (company),'' ujarnya.
Sementara itu, kegiatan yang telah diadakan sejak tahun 2013 lalu ini didukung oleh Yayasan Tanoto Foundation, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asian Agri yang merupakan bagian dari Grup Royal Golden Eagle (RGE). (goriau.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan