Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
TELUK KUANTAN- Dukungan aksi membela hak guru yang akan dilaksanakan pada, Rabu (11/1/17) kemarin, semakin meluas. Ribuan para guru penerima sertifikasi dan non sertifikasi yang tersebar di 15 Kecamatan di Kuansing dikabarkan akan turun ke jalan untuk melakukan aksi damai menuntut hak mereka.
Menurut catatan dari pihak panitia aksi, tak kurang dari sekitar 2512 orang guru yang belum menerima haknya atas dana sertifikasi diyakini akan ikut bergabung dalam aksi tersebut.
“Sangat diharapkan partisipasi seluruh guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) Kabupaten Kuansing 2016 untuk menghadiri kegiatan tersebut secara damai," bunyi surat undangan yang ditandatangani oleh Ketua PGRI Kuansing, Jomaris, S.Pd.
Baca Juga:
Dalam surat undangan tersebut juga ditegaskan bahwa, peserta aksi nantinya tidak dibenarkan melakukan keonaran dan diminta saling menjaga diri dari hasutan pihak manapun.
Dalam selebaran itu juga dibunyikan, aksi damai tersebut murni hanya menginginkan keadilan, agar permasalahan raibnya dana TPG triwulan III dan IV itu diusut tuntas.
Baca Juga:
Dalam kesepakatannya, guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru dan Insan Peduli Pendidikan (Forkogip) ini menyebutkan, sebanyak 2512 orang guru penerima sertifikasi belum menerima haknya selama empat bulan. Padahal kata mereka, dana untuk membayar sertifikasi guru itu berasal dari APBN.
Poin selanjutnya, mereka juga menyebutkan bahwa pemerintahan pusat telah kelebihan mentransper Tujangan Profesi Guru (TPG) ke Kabupaten Kuansing sebesar Rp 64,6 miliar lebih. Berdasarkan hitungan tersebut maka, pusat menghentikan pentransperan dana sertifikasi guru ke Kabupaten Kuansing untuk triwulan II dan IV.
Namun setelah di cek ke Kas Daerah (Kasda), kelebihan dana tersebut tidak ditemukan atau hilang. Sehingga mengakibatkan TPG 2016 tidak dapat dibayarkan penuh 12 bulan.
Sementara itu, menurut Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes mengharapkan, agar para pemangku kepentingan harus serius merespon persoalan tersebut, supaya para guru bisa tenang dan tidak berimbas kepada peserta didik. "Jangan tunggu guru mogok mengajar," harap Nerdi. (riauterkini.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan