Senin, 24 Agustus 2026 WIB

Mahasiswa UII yang Tewas karena Disiksa Saat Diksar Mapala Merupakan Peraih Medali Emas Olimpiade Kimia di Belanda

Harijal - Selasa, 24 Januari 2017 12:45 WIB
Mahasiswa UII yang Tewas karena Disiksa Saat Diksar Mapala Merupakan Peraih Medali Emas Olimpiade Kimia di Belanda
Ibunda Asyam, Sri Handayani, menunjukkan medali yang pernah diraih anaknya. (detik.com)

YOGYAKARTA - Syaits Asyam (21), mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) tewas karena diduga mengalami penyiksaan saat Diksar Mapala UII di Gunung Lawu.

Syaits Asyam merupakan anak tunggal dan kebanggaan bagi keluarga besarnya. Semasa hidupnya, Asyam memiliki banyak prestasi, bahkan sempat diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara karena prestasinya itu.

"Dia bukan saja membanggakan bagi keluarganya. Dia juga mengharumkan nama bangsa Indonesia, dia menang medali emas di olimpiade kimia di Belanda," ujar ibu Asyam, Sri Handayani (47) kepada wartawan di kediamannya di Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Senin (23/1/2107).

Baca Juga:

Handayani dan seorang paman Asyam menunjukkan tiga medali emas yang dibalut pigura dan terpajang di kamar Asyam. Tiga medali tersebut yaitu medali emas Bidang Kimia INESPO-2014 di Belanda, medali emas Bidang Kimia Ispro 2014-Jakarta, dan Medali Emas Ispo 2014-Jakarta.

Atas prestasi-prestasinya itu, Asyam diundang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo tahun 2014 yang lalu.

Baca Juga:

"Jadi dia diundang ke Jakarta oleh Pak Jokowi sebagai anak yang berprestasi," kata Handayani.

Handayani juga menyampaikan bahwa sejak kecil, dia dan keluarga besarnya mendidik Asyam untuk menjadi anak yang berprestasi dan berkepribadian baik. Bahkan ada butir-butir pribadi Asyam yang juga ditempel di kamarnya.

Tampak selembar kertas bertulis 'Butir-butir Pribadi Asyam' yang terdiri dari disiplin, tertib, jujur, teliti, bersih, rajin, taqwa, punya cita-cita, rapi, bisa dipercaya, ramah, suka menolong, beriman, kerja keras, ikhlas dan tawaqal.

Tak hanya itu, tampak pula piramida Sukses yang juga ditulis Asyam dan ditempel di kamarnya. Di bagian paling bawah, Asyam menulis "Semua start dari bawah, belajar dari nol, dan menempuh waktu ke waktu". Hingga di bagian puncaknya, Asyam menuliskan "S2 di Oxford, membanggakan orang tua, menjadi orang sukses, dan menjadi teladan".

"Asyam memang cita-citanya kuliah lagi di Oxford," tutur Handayani.***    

 

Sumber: detik.com/gonews.com

 

SHARE:
beritaTerkait
Maulid Nabi di Desa Seberang Pebenaan, Wabup Yuliantini Selipkan Pesan Tak Bakar Lahan
Kunjungan Presiden ke Riau, BPBD Laporkan Tersisa 7 Titik Api di Empat Kabupaten
Istri Presiden PKS Dialog dengan 17 Ormas Perempuan Islam di Bawah BMIWI, Soroti Bahaya LGBT
Udara Tak Sehat Akibat Kabut Asap, UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Batasi Pembelajaran di Luar Ruangan
Siswa UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Sabet Dua Medali di Ajang OSN Tingkat Nasional
TNI Kerahkan Satgas Khusus Percepat Penanganan Karhutla di Riau
komentar
beritaTerbaru