Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Mahasiswa UII yang Tewas karena Disiksa Saat Diksar Mapala Merupakan Peraih Medali Emas Olimpiade Kimia di Belanda

Harijal - Selasa, 24 Januari 2017 12:45 WIB
Mahasiswa UII yang Tewas karena Disiksa Saat Diksar Mapala Merupakan Peraih Medali Emas Olimpiade Kimia di Belanda
Ibunda Asyam, Sri Handayani, menunjukkan medali yang pernah diraih anaknya. (detik.com)

YOGYAKARTA - Syaits Asyam (21), mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) tewas karena diduga mengalami penyiksaan saat Diksar Mapala UII di Gunung Lawu.

Syaits Asyam merupakan anak tunggal dan kebanggaan bagi keluarga besarnya. Semasa hidupnya, Asyam memiliki banyak prestasi, bahkan sempat diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara karena prestasinya itu.

"Dia bukan saja membanggakan bagi keluarganya. Dia juga mengharumkan nama bangsa Indonesia, dia menang medali emas di olimpiade kimia di Belanda," ujar ibu Asyam, Sri Handayani (47) kepada wartawan di kediamannya di Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Senin (23/1/2107).

Baca Juga:

Handayani dan seorang paman Asyam menunjukkan tiga medali emas yang dibalut pigura dan terpajang di kamar Asyam. Tiga medali tersebut yaitu medali emas Bidang Kimia INESPO-2014 di Belanda, medali emas Bidang Kimia Ispro 2014-Jakarta, dan Medali Emas Ispo 2014-Jakarta.

Atas prestasi-prestasinya itu, Asyam diundang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo tahun 2014 yang lalu.

Baca Juga:

"Jadi dia diundang ke Jakarta oleh Pak Jokowi sebagai anak yang berprestasi," kata Handayani.

Handayani juga menyampaikan bahwa sejak kecil, dia dan keluarga besarnya mendidik Asyam untuk menjadi anak yang berprestasi dan berkepribadian baik. Bahkan ada butir-butir pribadi Asyam yang juga ditempel di kamarnya.

Tampak selembar kertas bertulis 'Butir-butir Pribadi Asyam' yang terdiri dari disiplin, tertib, jujur, teliti, bersih, rajin, taqwa, punya cita-cita, rapi, bisa dipercaya, ramah, suka menolong, beriman, kerja keras, ikhlas dan tawaqal.

Tak hanya itu, tampak pula piramida Sukses yang juga ditulis Asyam dan ditempel di kamarnya. Di bagian paling bawah, Asyam menulis "Semua start dari bawah, belajar dari nol, dan menempuh waktu ke waktu". Hingga di bagian puncaknya, Asyam menuliskan "S2 di Oxford, membanggakan orang tua, menjadi orang sukses, dan menjadi teladan".

"Asyam memang cita-citanya kuliah lagi di Oxford," tutur Handayani.***    

 

Sumber: detik.com/gonews.com

 

SHARE:
beritaTerkait
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
komentar
beritaTerbaru