Selasa, 25 Agustus 2026 WIB

Ratusan Guru Matematika dan Kimia SMA Bedah Ujian Nasional

Harijal - Rabu, 08 Februari 2017 11:25 WIB
Ratusan Guru Matematika dan Kimia SMA Bedah Ujian Nasional
Ilustrasi

PEKANBARU,  kabarmelayu.com – Lebih 100 orang guru matematika dan kimia tingkat SMA se-Kota Pekanbaru melaksanakan bedah Ujian Nasional guna mencapai standar kompetensi kelulusan (SKL) yang dilaksanakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika dan MGMP kimia bekerja sama dengan Penerbit Yrama Widya dan Srikandi Empat Widya Utama (Sewu).

Pelaksanaan bedah UN ini dilaksanakan di aula SMAN 8 Pekanbaru, Selasa (7/2/17) yang dibuka Kabid SMA Dinas Pendidikan Riau Yefri Nerwin, SSi  menghadirkan narasumber dari Bandung yakni Haris Wartoni untuk mata pelajaran kimia dan Wuwah Sembiring untuk matapelajaran matematika. Kedua narasumber ini merupakan penulis buku di Yrama Widya.

Hadir pada kesempatan itu Drs Taswa (Koordinator penerbit Yrama Widya), Penanggungjawab MGNP matematika Erdani, S.Pd, MM, Koordinator Pengawas Riau Drs Joyosman, M.Pd, Ketua MGNP Matematika Amri, M.Pd, para kepala sekolah dan guru-guru bidang studi atematika dan kimia.

Baca Juga:

Kabid SMA Dinas Pendidikan Riau Yefri Nerwin, SSi didampingi Ketua MGNP Matematika SMA Amri MPd kepada wartawan menjelaskan, dilakukannya bedah UN untuk bidang studi matematika dan kimia ini dikarenakan UN merupakan irisan dari kurikulum 2006 (KTSP) dengan kurikulum 2013. Dengan demikian, akan terdapat materi-materi yang sedikit banyak berbeda dengan materi-materi pada soal UN pada tahun sebelumnya. SKL (kisi-kisi) yang dikeluarkan pemerintah merupakan dasar utama di dalam pelatihan-pelatihan UN yang perlu diberikan kepada para siswa.

‘’Diharapkan dengan adanya bedah UN ini para guru dapat memahami karakteristik kisi-kisi UN matematika dan kimia, menganalisis materi-materi pokok UN, menganalisis contoh-contoh soal UN, memprediksi soal-soal UN, menemukan problematika soal UN SMA dan mencari trik-trik jitu pemecahan soal. Jika guru sudah memahami hal ini tentunya tidak akan sulit mengajarkannya kepada siswa dan kita harapkan nilai siswa bias meningkat,’’ ujar Yefri.

Baca Juga:

 

sumber: riaupos.co

 

SHARE:
beritaTerkait
Hotspot Riau Sore Ini Turun Drastis
Pemadaman dan Pendinginan Karhutla di Kerumutan Terus Dilakukan, Titik Api Berkurang
Sholat Istisqa Digelar di Teluk Meranti, Warga Berdoa Memohon Turunnya Hujan
Rusak Hutan Mangrove, Penghulu Teluk Piyai Jadi Tersangka
Prabowo Hadir di Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa
Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Kurangi Aktivitas Luar Rumah, Gunakan Masker
komentar
beritaTerbaru