Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Lingkungan
YOGYAKARTA - Psikolog dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Koentjoro memandang perlu sekolah menyosialisasikan risiko dan bahaya dari skip challenge. Tak hanya itu, sekolah juga dinilai perlu menindak para siswanya yang melakukan tantangan berbahaya itu.
"Tantangan permainan itu berbahaya. Tidak hanya bagi kesehatan tubuh, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berupa ketagihan melakukan hal serupa secara berulang," katanya di Yogyakarta, Selasa (14/3).
Oleh karena itu, menurut dia, pihak sekolah harus memberikan perhatian serius terhadap aktivitas siswanya di lingkungan sekolah. Hal itu perlu dilakukan karena permainan skip challenge berbahaya, apalagi berkali-kali dilakukan.
Baca Juga:
"Sekolah harus mampu berlaku secara arif menghadapi persoalan ini karena tidak banyak siswa yang mengetahui bahaya dan risiko melakukan skip challenge," kata Guru Besar Fakultas Psikologi UGM itu.
Ia mengatakan bahwa sekolah perlu melihat apakah siswa melakukan skip challenge atas kesadaran dan kemauan sendiri atau justru sebagai korban "bullying". Kalau mengarah ke "bullying", perlu ada langkah-langkah hukum.
Baca Juga:
"Orang tua juga perli lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anaknya. Selain memantau aktivitas anak di lingkungan rumah, orang tua juga memberikan pemahaman kepada anak tentang risiko melakukan aktivitas bahaya, termasuk ‘skip challenge’," katanya.
Menurut dia, salah satu alasan para remaja mengikuti "skip challenge" karena ingin mencari tantangan. Tantangan ini dilakukan sebagai cara untuk menguji adrenalin.
"Anak-anak dan remaja suka mencoba hal baru dan menantang, termasuk dengan melakukan skip challenge," kata Koentjoro.
Selain menantang, kata dia, skip challenge digunakan remaja sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian. Dengan mengikuti tantangan ini mereka berharap akan mendapatkan pujian, dianggap berani, hebat, dan populer.
"Hal itu bagian dari tren yang tidak akan berlangsung lama. Mereka hanya ikut-ikutan saja agar dianggap keren," katanya.(ROL)
Sumber : Antara
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Lingkungan
kabarmelayu.com,ROHIL Jajaran Pendiri, Pengurus, dan Pengawas Sah Koperasi Produsen Juang Makmur Bersama (JMB) melakukan klarifikasi dan
Peristiwa
Siak Zero Firespot, Bupati Afni Kerahkan Forkopimda hingga PKK Cegah Karhutla
Pemerintahan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Serahkan Reflector Jalan untuk Tingkatkan Keselamatan di Desa Senama Nenek
Article
kabarmelayu.com,INHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, S. Sos, M.Si menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melaporkan langsung kondisi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provi
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Persoalan sosial dan tantangan keluarga menjadi perhatian dalam silaturahmi Ketua Presidium Badan Musyawarah Isl
Sosial
kabarmelayu.com,KAMPAR Kabut asap yang menyelimuti beberapa bagian wilayah Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru dan kecamatan Siak Hulu, Kabu
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Siswasiswi UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar tak putusputusnya mencetak pres
Pendidikan
TNI Kerahkan Satgas Khusus Percepat Penanganan Karhutla di Riau
TNI/Polri