Rabu, 17 Juni 2026 WIB

13 Orang Tewas Saat Pemusnahan Amunisi di Garut, TNI Lakukan Investigasi

Redaksi - Senin, 12 Mei 2025 22:10 WIB
13 Orang Tewas Saat Pemusnahan Amunisi di Garut, TNI Lakukan Investigasi
Tangkapan layar peledakan amunisi kedaluarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang menyebabkan 13 korban tewas.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - TNI Angkatan Darat (AD) tengah melakukan investigasi terkait ledakan susulan saatpemusnahan amunisikedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang menyebabkan 13 korban tewas hari ini Senin (12/5/2025).

"Penyebab dari kejadian tersebut masih dalam tahap penyidikan oleh tim TNI Angkatan Darat," tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan, Senin (12/5/2025).

Menurut Wahyu, peledakan amunisi kedaluwarsa awalnya berjalan lancar. Namun saat tengah menyusun detonator untuk peledakan selanjutnya, malah kembali terjadi ledakan di sumur amunisi yang telah diledakkan.

"Kami akan melaksanakan investigasi secara menyeluruh terkait dengan kejadian ini, dan akan kami sampaikan informasi selanjutnya berkaitan dengan perkembangan dari penyidikan atau investigasi yang dilaksanakan," kata Wahyu.

Baca Juga:

Sebelumnya, total sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam peristiwa ledakan saat pemusnahan amunisi tidak layak pakai alias kedaluarsa di Garut, Jawa Barat.

"Secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia," tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan.

Baca Juga:

Wahyu merinci, empat anggota TNI AD yang meninggal dunia adalah Kepala Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Korps Peralatan Antonius Hirmawan, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Mayor Korps Peralatan Anda Rohanda.

Kemudian, dua lainnya adalah Anggota Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD yaitu Kopda Eri Triambodo dan Pratu Aprio Seriyawan.

"Lalu berkaitan dengan korban masyarakat sipil itu ada sembilan orang yaitu saudara Agus, saudara Ipan, saudara Anwar, saudara Iyus, saudara Iyus Rizal, saudara Toto, saudara Dadang, saudara Rustiawan, saudara Endang," kata Wahyu.

Diketahui, peristiwa itu terjadi hari ini sekitar pukul 09.30 WIB di lokasi peledakan Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Liputan6

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tambah Kekuatan Penanganan Karhutla, Satu Heli Water Bombing BNPB Mendarat di Riau
Selidiki Ledakan Pipa Gas PT TGI, Polres Inhil Gandeng Bidlabfor Polda
Polisi Tetapkan Tersangka Teror Bom 10 Sekolah di Depok
Siswa Pelaku Peledakan SMAN 72 Dipastikan tak Berafiliasi Jaringan Teroris
Penambahan Armada, 5 Heli Waterbombing Dikerahkan Tangani Karhutla Riau
TNI Bantu Evakuasi dan Dukung Penanganan Ancaman Bom di Pesawat Saudi Airlines SV5276
komentar
beritaTerbaru