Selasa, 21 April 2026 WIB

Geger Amuba Pemakan Otak di India, 19 Meninggal termasuk Bayi

Redaksi - Jumat, 19 September 2025 13:44 WIB
Geger Amuba Pemakan Otak di India, 19 Meninggal termasuk Bayi
Foto: Ilustrasi India (AP/Channi Anand)
kabarmelayu.comJAKARTA - Lonjakan kasus infeksi ameba pemakanotak atau Naegleria fowleri di Kerala, India, memicu kewaspadaan otoritas setempat. Sejak awal tahun, negara bagian di India selatan itu mencatat 69 kasus meningoensefalitis amuba primer (PAM), termasuk 19 kematian.

"Tidak seperti tahun lalu, kami tidak melihat klaster yang terkait dengan satu sumber air. Ini adalah kasus tunggal dan terisolasi, yang telah mempersulit investigasi epidemiologi kami," ujar Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, dikutip NDTV, Jumat (19/9/2025).

Tiga dari kasus kematian terjadi pada Agustus, termasuk seorang bayi berusia tiga bulan. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan tahun lalu, yang mencatat 36 kasus dan sembilan kematian.

Baca Juga:

Ensefalitis amuba merupakan infeksi sistem saraf pusat yang sangat langka namun mematikan. Ini disebabkan oleh amuba yang hidup di air tawar, danau, atau sungai.

PAM, yang disebabkan Naegleria Fowleri, menjadi jenis yang terdeteksi di Kerala. Pemerintah negara bagian kini memperketat langkah mitigasi, mulai dari mengklorinasi sumur, tangki air, fasilitas pemandian umum, hingga area rekreasi air.

Baca Juga:

"Berkat pengujian dan diagnosis yang lebih canggih, tingkat kelangsungan hidup di Kerala telah mencapai 24 persen, jauh di atas rata-rata global 3 persen," kata George.

Dalam dokumen pemerintah tahun lalu disebutkan, perubahan iklim yang meningkatkan suhu air serta tingginya aktivitas rekreasi berbasis air berpotensi memperbesar risiko penularan patogen mematikan ini.(SUMBER)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus Keluarga Yaman di Muara Enim, Kesewenang-wenangan Imigrasi dan Kemanusiaan yang Terkoyak
Ratusan Ton Bantuan Terbang ke Sumatera, TNI Percepat Operasi Kemanusiaan
TNI Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana
Palestina: Sebuah Tragedi Kemanusiaan di Zaman Modern
komentar
beritaTerbaru