Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
PW Hima Persis Riau menilai aktivitas tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap norma agama dan adat Melayu di Bumi Riau, serta nilai sosial yang hidup dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Riau. Terlebih, Pekanbaru dikenal sebagai kota yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal Melayu yang bernafaskan Islam.
"Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras adanya dugaan kontes waria di salah satu THM Kota Pekanbaru. Ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk provokasi moral dan degradasi nilai yang tidak boleh dibiarkan tumbuh di Tanah Melayu," tegas Surya Maryudha, Kabid Politik dan Kebijakan Publik PW Hima Persis Riau dalam pernyataannya, Minggu(1/2/2026).
Baca Juga:
PW Hima Persis Riau menilai bahwa pembiaran terhadap aktivitas semacam ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum terhadap operasional THM yang kerap melanggar batas.
"Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk normalisasi perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan adat setempat," ujarnya.
Baca Juga:
"Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik yang mengarah pada promosi LGBT di Riau. Ini jelas bertentangan dengan jati diri Melayu yang beradat dan beragama. Pemerintah dan aparat harus tegas, bukan justru tutup mata," lanjutnya.
PW Hima Persis Riau mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru bersama aparat kepolisian untuk segera melakukan penelusuran, memanggil pengelola THM, dan memberikan sanksi tegas hingga penutupan tempat usaha.
"Ini bukan soal kebencian, tapi soal menjaga nilai, identitas, dan masa depan daerah. Tanah Melayu harus dijaga dari segala bentuk penyimpangan yang merusak tatanan sosial," tegasnya.
"Apalagi mengingat umat Islam dalam waktu dekat akan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Februari ini," tambahnya.
Momentum Ramadhan seharusnya menjadi momen untuk memperkuat nilai spiritual, menjaga kesucian suasana kota, serta menertibkan aktivitas hiburan malam yang berpotensi melanggar norma agama dan aturan yang berlaku.
"Menjelang Ramadhan, sudah seharusnya suasana kota dijaga dengan baik. Tanah Melayu harus bersih dari aktivitas hiburan malam yang melanggar norma, merusak moral, dan mencederai kekhusyukan ibadah umat. Ini bentuk penghormatan terhadap bulan suci dan kearifan lokal yang kita junjung bersama," tutup aktivis alumni UIN Suska Riau ini.
PW Hima Persis Riau juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan untuk bersatu menjaga marwah Pekanbaru sebagai negeri Melayu dari aktivitas hiburan yang dinilai merusak moral generasi muda.(*)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan