Minggu, 13 September 2026 WIB

Pusdatin Puanri Luncurkan Tiga Buku Kiprah Perempuan Riau

Redaksi - Jumat, 21 November 2025 22:28 WIB
Pusdatin Puanri Luncurkan Tiga Buku Kiprah Perempuan Riau
Peluncuran tiga buku inspiratif Pusdatin Puanri di Hotel Aryaduta Pekanbaru.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Pusat Data dan Informasi Perempuan Riau (Pusdatin Puanri) meluncurkan tiga karya baru, buku yang menghadirkan kisah inspiratif perempuan Riau. Mulai dari tokoh legislatif, akademisi, hingga pelestari batik yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Tiga buku tersebut adalah "Kembang Setaman Dia yang Pertama", "Serenada Pendamping Negeri", dan "Perempuan Penggiat Batik Riau".

Ketua Umum Pusdatin Puanri, Septina Primawati Rusli, menegaskan pentingnya peluncuran ketiga buku ini sebagai bagian dari komitmen mereka sejak awal berdiri. Yaitu mengarsipkan dan mendokumentasikan peranan perempuan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Baca Juga:

"Kami percaya kontribusi perempuan adalah aset tak ternilai yang harus diwariskan," ujarnya di Hotel Aryaduta, Jumat (21/11) malam.

Ia juga menambahkan bahwa konsistensi penerbitan buku merupakan wujud keseriusan lembaga tersebut. Sejak berdiri, Pusdatin Puanri dikatakan tetap eksis dan konsisten menerbitkan karya yang merefleksikan kekayaan sejarah dan potensi perempuan Riau.

Baca Juga:

Komitmen itu menjadi landasan utama hadirnya tiga buku yang dianggap penting bagi literasi perempuan di daerah. Buku "Serenada Pendamping Negeri", menyajikan narasi tentang sosok pendamping atau istri Gubernur Riau pada periode 2014–2024.

"Kemudian buku 'Kembang Setaman Dia yang Pertama' mengangkat jejak lara dan perjuangan perempuan Riau yang menorehkan sejarah di bidangnya masing-masing. Kisah-kisah inspiratif yang termuat di dalamnya mencakup perjalanan tokoh perempuan dari kalangan akademisi, pemerintahan, hingga legislatif yang telah memberi kontribusi penting bagi pembangunan daerah," jelas Septina.

Sementara itu, buku "Perempuan Penggiat Batik Riau" mendokumentasikan kiprah perempuan pelestari batik yang menjadi bagian dari kearifan lokal Riau. Sebagian besar proses pembuatan batik dilakukan oleh perempuan, sehingga karya ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Septina juga menyoroti besarnya peran perempuan dalam ekonomi kreatif. Ia berharap karya ini dapat memunculkan lebih banyak perempuan yang percaya diri untuk berkarya dan berdaya.

"Kami berharap nantinya ketiga buku ini bisa menjadi sumber literasi dan inspirasi tak terbatas," tutup Septina.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Siak Beri Sambutan di Bedah Buku 'Suku Asli Anak Rawa'
Dari Modal 70 Ribu Rupiah, Hingga Jadi Referensi Akademik Dunia, Buku Muhammad Ja'far Hasibuan diluncurkan di UI
Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian
Menaker Yassierli di ILC 114: Perempuan Harus Menjadi Penggerak Utama Transformasi Dunia Kerja
Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya
Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Resmi Diluncurkan
komentar
beritaTerbaru