Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Hilirisasi Investasi Sawit Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Redaksi - Kamis, 04 Juli 2024 14:38 WIB
Hilirisasi Investasi Sawit Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Rakorda yang dilaksankaan di Hotel Aryaduta.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berharap Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tentang kajian hilirisasi investasi strategis sektor perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan di Provinsi Riau berjalan dengan baik. Hilirisasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.

Seperti diketahui, Riau memiliki perkebunan sawit terluas di Indonesia, sekitar sekitar 3-4 juta hektare..

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, M. Job Kurniawan saat menghadiri Rakorda tersebut menyampaikan, Ia berharap hal baik seperti peningkatan jumlah lapangan kerja dan pengurangan pengangguran dapat terjadi.

Baca Juga:

"Semoga rapat kajian hilirisasi investasi sawit ini dapat mendorong pertumbuhan lapangan kerja di masyarakat, jadi jumlah pengangguran berkurang," M. Job Kurniawan saat acara yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Kamis (4/7/2024).

Job menambahkan, dengan adanya investasi yang meningkat, juga dapat meningkatkan potensi sumber daya yang ada di Riau. Terutama potensi dalam meningkatkan kesejahteraan di Bumi Lancang Kuning.

Baca Juga:

"Hilirisasi ini diharapkan dapat menggali potensi, dan potensinya dapat diolah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Staf Ahli Kementerian Investasi, Rizal Taufiq memperkuat harapan Pemprov Riau dengan data yang Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) miliki. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak jauh lebih baik dengan adanya hilirisasi investasi sawit.

"Hilirisasi sawit akan mendongkrak jauh pertumbuhan ekonomi di Riau. Hilirirasi sawit akan memberi kontribusi terbesar di ekspor, meningkat hingga 4,8%" jelasnya.

Tidak hanya di bidang ekspor, dampak ekonomi yang baik terlihat di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini karena adanya peningkatan keterlibatan UMKM dengan unit bisnis terkait.

"Tidak hanya jumlah UMKM meningkat, tapi penyerapan tenaga kerja juga jadi meningkat. Dampak ekonomi di bidang ketenagakerjaan ini signifikan," ucapnya.(mer)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Diduga Curi Buah Sawit di Kebun PT. APN, Humas Laporkan ke Polsek Keritang
Kebun Negara Dijarah, Mitra PT Agrinas Palma Nusantara Tempuh Jalur Hukum
Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan yang Dilakukan Korporasi Sawit
APJATEL Riau Gelar Rakorwil, Kolaborasi Bersama Pemko Pekanbaru Tata Jaringan ‎
komentar
beritaTerbaru