Selasa, 09 Desember 2025 WIB

Polda Riau Buru Massa Anarkis yang Serang Tim Penertiban PETI di Cerenti Kuansing

Redaksi - Rabu, 08 Oktober 2025 01:25 WIB
Polda Riau Buru Massa Anarkis yang Serang Tim Penertiban PETI di Cerenti Kuansing
Tim gabungan saat masih berada di sungai menertibkan rakit PETI sebelum terjadinya tindakan anarkis puluhan massa.(Foto: RA)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Polda Riau mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi aksi anarkis yang terjadi saat operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (7/10/2025).

Insiden itu menyebabkan enam kendaraan dinas rusak dan satu sepeda motor dibakar massa yang diduga terprovokasi oleh pemilik rakit PETI.

"Polda Riau mengecam keras tindakan anarkis dan perusakan fasilitas negara. Tindakan itu adalah tindak pidana dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto.

Baca Juga:

Sebelum penertiban, tim gabungan terlebih dahulu mengikuti apel pasukan gabungan di Mapolres Kuansing, dipimpin Kapolres Kuansing AKBP R Ricky Pratidiningrat bersama Bupati Kuansing Suhardiman Amby sekitar pukul 08.15 WIB. Apel diikuti 149 personel gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, dan Dit Polairud Polda Riau.

"Pasukan dibagi dua tim, tim air dengan delapan rubber boat yang menelusuri Sungai Kuantan untuk memusnahkan rakit PETI, serta tim darat yang bertugas mengamankan lokasi," jelas Kabid Humas Kombes Anom Karibianto, Selasa (7/10/2025) malam.

Baca Juga:

Hasilnya, hingga siang, petugas telah berhasil memusnahkan 43 unit rakit PETI di Desa Pulau Bayur. Namun, sekitar pukul 13.40 WIB, situasi berubah tegang. Sekelompok warga yang menolak operasi penertiban datang dan melempari petugas dengan batu.

"Kericuhan pecah hingga mengakibatkan enam kendaraan dinas rusak, termasuk mobil Kapolres, Kabag Ops Kompol Teguh Wiyono, Sat Lantas, Satpol PP, bus Polres, dan truk Polairud Polda Riau. Satu unit sepeda motor juga dibakar massa," jelas Kabid Humas.

Selain itu, seorang wartawan media daring yang ikut meliput peristiwa itu turut mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat berlindung di mobil Kapolres yang diserang.

"Menghindari bentrokan lebih besar, petugas gabungan akhirnya menarik diri ke Mapolsek Cerenti," kata Kabid Humas.

Sementara itu, mobil dinas Bupati Kuansing yang sebelumnya diparkir di Pasar Cerenti berhasil diselamatkan dari amukan massa.

"Saat kejadian aksi anarkis, Bupati dan Kapolres masih berada di sungai untuk memimpin pemusnahan rakit," sebut Kabid Humas.

Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan yang menerima laporan adanya perlawanan dari massa pelaku PETI, langsung memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dan menyidik pelaku perusakan serta kekerasan terhadap wartawan itu.

Polda juga sudah menginventarisasi seluruh kerusakan kendaraan dinas sebagai dasar proses hukum dan pemulihan operasional.

"Polda Riau memberikan dukungan penuh kepada Polres Kuansing atas langkah penegakan hukum yang profesional dan sesuai SOP. Keselamatan personel tetap prioritas, namun ketegasan dalam menindak pelanggaran hukum tidak akan berkurang," ujar Kombes Anom.

Sebagai langkah preventif, Polda Riau memperkuat patroli di wilayah Cerenti serta menggandeng tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Selain penegakan hukum, Polda juga mendorong pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai solusi agar warga dapat menambang secara sah dan berkelanjutan. Edukasi publik tentang bahaya PETI terhadap lingkungan dan keselamatan juga akan diperluas melalui kerja sama lintas instansi.

"Penegakan hukum ini bukan untuk menghukum masyarakat, tapi untuk menyelamatkan alam Riau dan menegakkan keadilan ekologis," kata Kombes Anom menegaskan pesan Kapolda.

"Kami akan terus menjaga tuah dan marwah Bumi Lancang Kuning dengan langkah tegas, terukur, dan humanis," yukasnya.

Terpisah, Kapolres Kuansing AKBP Ricky Pratidiningrat memastikan kondisi terkini sudah aman. Ia menyebut sebenarnya banyak masyarakat mendukung penertiban PETI karena menyadari dampak lingkungannya.

"Hanya sebagian kecil yang menolak karena diprovokasi pemilik rakit. Kami bersama pemkab dan aparat gabungan tetap berkomitmen menegakkan hukum dan menjaga lingkungan," tegasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Pemain PETI di Kuansing Ditangkap
Polsek Kampar Kiri Gempur PETI di Sungai Setingkai, 7 Rakit Hisap Disita
Penertiban PETI Kedepankan Pendekatan dan Edukasi
Satreskrim Polres Kuansing Kejar Pelaku Penganiayaan dan Pengrusakan di Pulau Bayur Cerenti
PWI Kuantan Singingi Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Penertiban PETI di Cerenti
Kapolres Kuansing Minta Pelaku Kerusuhan PETI Cerenti Serahkan Diri 1X24 Jam!
komentar
beritaTerbaru