Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
YOGYAKARTA - Antraks merupakan penyakit yang berasal dari hewan memamah biak. Penyakit ini tidak menular antar manusia. Antraks menular ke manusia melalui kontak langsung saat mengolah daging hewan yang terkontaminasi.
"Kejadian yang paling sering di manusia adalah gejala antraks pada kulit seperti yang terjadi di Kulonprogo, yang paling fatal adalah antraks pada saluran pernafasan," ujar Riris Andono Ahmad, Ketua Tim Respons Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran UGM dalam jumpa pers di UGM, Sabtu (21/1/2017).
Meskipun demikian, apabila diketahui sejak dini, antraks yang menular ke manusia bisa disembuhkan dengan obat-obatan.
Baca Juga:
Ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM Abu Tholib mengungkapkan 99 persen kasus antraks pada manusia menyerang kulit dan 99 persen di antaranya sembuh. Gejalanya tidak khas seperti kulit melepuh dan perlu ditelusuri riwayat kontak manusia dengan hewan. Jadi, tidak semua kulit melepuh adalah gejala antraks.
"Yang menyebabkan kematian biasanya kena di paru-paru," ucapnya. Penularan ke manusia, tuturnya, melalui bakteri yang kontak dengan udara dan membentuk spora di dalam tanah.
Baca Juga:
Seseorang bisa terkena antraks apabila terjangkit lebih dari 10.000 spora dalam satu kali paparan, sehingga tidak berlaku akumulasi. Pasalnya, pernapasan manusia memiliki lendir yang mampu menetralisir sampai 8.000 spora dalam waktu 8 jam.
Spora berasal dari bakteri di dalam tubuh hewan yang terkena antraks dan dibedah bangkai kemudian berinteraksi dengan udara. Spora bisa bertahan puluhan tahun di kedalaman delapan sampai 10 meter.
"Hal itu yang menyebabkan hewan yang terkena antraks atau ada gejala antraks, tidak boleh bedah bangkai, karena bakterinya bisa menyebar," kata Heru Susetya, Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Ia mengungkapkan, anthraks menyerang hewan herbivora, seperti sapi, kambing, kuda, dan gajah.
Sumber: liputan6.com/ gonews.com
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan