Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Begini Cara Penularan Antraks dari Hewan ke Manusia

Harijal - Minggu, 22 Januari 2017 18:29 WIB
Begini Cara Penularan Antraks dari Hewan ke Manusia
Jumpa pers Tim Respons Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran UGM. (liputan6.com)

YOGYAKARTA - Antraks merupakan penyakit yang berasal dari hewan memamah biak. Penyakit ini tidak menular antar manusia. Antraks menular ke manusia melalui kontak langsung saat mengolah daging hewan yang terkontaminasi.

"Kejadian yang paling sering di manusia adalah gejala antraks pada kulit seperti yang terjadi di Kulonprogo, yang paling fatal adalah antraks pada saluran pernafasan," ujar Riris Andono Ahmad, Ketua Tim Respons Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran UGM dalam jumpa pers di UGM, Sabtu (21/1/2017).

Meskipun demikian, apabila diketahui sejak dini, antraks yang menular ke manusia bisa disembuhkan dengan obat-obatan.

Baca Juga:

Ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM Abu Tholib mengungkapkan 99 persen kasus antraks pada manusia menyerang kulit dan 99 persen di antaranya sembuh. Gejalanya tidak khas seperti kulit melepuh dan perlu ditelusuri riwayat kontak manusia dengan hewan. Jadi, tidak semua kulit melepuh adalah gejala antraks.

"Yang menyebabkan kematian biasanya kena di paru-paru," ucapnya. Penularan ke manusia, tuturnya, melalui bakteri yang kontak dengan udara dan membentuk spora di dalam tanah.

Baca Juga:

Seseorang bisa terkena antraks apabila terjangkit lebih dari 10.000 spora dalam satu kali paparan, sehingga tidak berlaku akumulasi. Pasalnya, pernapasan manusia memiliki lendir yang mampu menetralisir sampai 8.000 spora dalam waktu 8 jam.

Spora berasal dari bakteri di dalam tubuh hewan yang terkena antraks dan dibedah bangkai kemudian berinteraksi dengan udara. Spora bisa bertahan puluhan tahun di kedalaman delapan sampai 10 meter.

"Hal itu yang menyebabkan hewan yang terkena antraks atau ada gejala antraks, tidak boleh bedah bangkai, karena bakterinya bisa menyebar," kata Heru Susetya, Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Ia mengungkapkan, anthraks menyerang hewan herbivora, seperti sapi, kambing, kuda, dan gajah.

    
Sumber: liputan6.com/ gonews.com

 

SHARE:
beritaTerkait
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
komentar
beritaTerbaru