Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Terdapat 25 Kasus Difteri, Diskes Imunisasi Ulang 11.330 Orang

Harijal - Minggu, 05 Februari 2017 11:00 WIB
Terdapat 25 Kasus Difteri, Diskes Imunisasi Ulang 11.330 Orang
Ilustrasi

BENGKALIS, kabarmelayu.com - Difteri penyakit disebabkan bakteri Corinebacterium Difteria (CD) ditemukan di Kabupaten Bengkalis pada 22 Agustus 2016 lalu. Penyakit ini menyerang seorang siswa SD Mutiara, Kecamatan Pinggir. Sampai saat ini total kasus Difteri di Kabupaten Bengkalis sudah menjangkiti 25 orang.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalain Penyakit Alwizar beberapa hari lalu.

Berbagai upaya dilakukan Diskes Bengkalis agar penyakit tersebut tak terus menular. Seperti melakukan imunisasi ulang terhadap anak-anak dan remaja yang rentan terhadap penyakit difteri.

Baca Juga:

"Upaya yang dilakukan meliputi tiga langkah, yaitu penemuan dan pelacakan kasus secara aktif oleh petugas Puskesmas termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit pemerintah dan swasta, kemudian mengirimkan laporan W1 (Wabah) ke Dinas Kesehatan," kata Alwizar.

Selain merawat penderita dengan memberikan obat profilaksis dan eritromicine untuk mematikan bakteri pada penderita. Diskes juga menyarankan agar dilakukan imunisasi ulang pada kontak erat, yaitu kelurga penderita dan teman bermainnya. Pemberian imunisasi ulang ini disebut Outbreak Responsibility Imunization (ORI).

Baca Juga:

"Sampai saat ini kita (Diskes) telah melakukan imunisasi ulang terhadap 11.330 orang kontak erat penderita pada di Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir tersebut," terang Alwizar.(rr)

SHARE:
beritaTerkait
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
komentar
beritaTerbaru