Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Wujudkan GERMAS, Puskesmas Panipahan Undang Seluruh Bidan

Harijal - Senin, 27 Maret 2017 18:35 WIB
Wujudkan GERMAS, Puskesmas Panipahan Undang Seluruh Bidan
dw/rec
Puskesmas Panipahan menggelar mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada Puluhan Bidan Desa di Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Sabtu (25/3).

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Dinas Kesehatan (Diskes) Puskesmas Panipahan menggelar mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada Puluhan Bidan Desa di Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Sabtu (25/3).

"Tujuannya untuk meningkatkan akses dan kualitas kesehatan ibu dan anak, meningkatkan status gizi masyarakat dan mengendalikan penyakit menular dan tidak menular serta meningkatkan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat hidup sehat dan kuat," kata Kepala Puskesmas dr Hj Netti Juliana.

Netti menambahkan, Puskesmas Panipahan meskipun merupakan puskesmas terpencil kriteria Daerah Perbatasan Tertinggal dan Kepulauan (DPTK)  berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat seperti layaknya puskesmas yang dikawasan perkotaan seperti yang dikabupaten maupun daerah maju kecamatan lainnya di Rokan Hilir.

Baca Juga:

"Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan primer menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan. Dan setiap Fasilitas Pelayanan Kesehatan akan berbeda antar wilayahnya." kata Tenaga Kesehetan Teladan Nasional 2014 lalu itu. 

Sedikitnya ada 4 kriteria Fasyankes diantaranya Kondisi geografis dan demografiss, kemampuan fisikal daerah dan individu, Status kesehatan masyarakat dan Perhatian pemda pada pembangunan kesehatan di wilayahnya.

Baca Juga:

Titik berat pelayanan kesehatan primer adalah promosi kesehatan dan prevalensi yang mendorong meningkatnya peran serta dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi berbagai faktor resiko kesehatan. 

Upaya Puskesmas Panipahan dari unit ferifer yakni Polindes,Poskesdes, Pustu agar terus berupaya melayani dan mendata semua ibu hamil yang beresiko tinggi dan juga bayi beresiko tinggi, serta memantau status gizi balita baik yang diposyandu maupun tidak.

"Kami sangat berharap angka kematian ibu dan angka kematian anak bisa diminimalisir karena pada tahun lalu terjadi Angka Kematian Ibu dan Aangka Kematian Bayi sebanyak 4 kasus. Yang terjadi disudut sudut daerah pesisir ini yang jauh dari fasyankes dan nakes," jelasnya.

Dalam kesempatan itu sebanyak 40 orang lebih bidan desa dikumpulkan dan diberi pembinaan serta bekal blanko pelaporan dan surat tugas agar melaksanakan pendataan di daerahnya masing-masing. Apalagi beban kerja Puskesmas sangatlah berat dimana semua program kesehatan harus tercapai 100persen.

"Kami berusaha maksimal dengan meningkatkan kekompakkan tenaga kesehatan dilingkup wilayah kerja puskesmas panipahan," tegasnya.

Adapun sasaran di Puskesmas Panipahan diantaranya jumlah penduduk lebih kurang 41 ribu,  dan sasaran bayi resti 195 orang, bumil resti 217 orang. Inilah yang akan dicari dan dilakukan Pemetaan wilayah sesuai perintah Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir Hj Dahniar. (dw)

SHARE:
beritaTerkait
Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG
Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
komentar
beritaTerbaru