Rabu, 10 Juni 2026 WIB

Kemana Sosok Ulama Minang? JK: Mengislamkan Orang Bugis itu Orang Minang!

Harijal - Rabu, 05 Oktober 2022 05:22 WIB
Kemana Sosok Ulama Minang? JK: Mengislamkan Orang Bugis itu Orang Minang!
Jusuf Kalla (JK) mengkritik Sumatera Barat yang disebutnya kehilangan tokoh dan sosok ulama.

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengkritik Sumatera Barat yang disebutnya kehilangan tokoh dan sosok ulama karena sudah tidak ada lagi ulama besar yang lahir dari daerah itu. Dia membandingkan dulu sangat mudah menjumpai ulama Minang di masjid-masjid di Jakarta, namun sekarang sangat sulit.

"Mohon maaf. Sumbar kehilangan sosok ulama. Dulu di Jakarta, tahun 50-an atau 60 an, kalau ada jumatan di 10 masjid, 8 di antaranya khatibnya adalah orang Minang. Sekarang, mencari khatib orang Minang di Jakarta tidak mudah lagi," kata JK di gedung DPRD Provinsi Sumatea Barat, Sabtu (1/10/2022).

JK hadir dan berpidato dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-77 Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, dari sisi ulama, kondisi Minang hari ini sangat berbeda dengan masyarakat Bugis.

Baca Juga:

"Saya diberitahu oleh Pak Gubernur kemarin ada Ustad Das'at Latif datang berceramah. Penceramah nasional itu sekarang lebih banyak orang Bugis dibanding orang Minang. Ustad siapa yang diundang kemana-mana orang Minang? Orang Minang tidak ada lagi. Orang Bugis ada terus. Ada Das'at, (Muhammad Nur) Maulana, Quraisy Sihab dan lain sebagainya. Yang menonjol sekarang juga (Ustad Abdul) Somad. Batubara. Dari Sumatera Utara yang besar di Riau," katanya.

"Padahal, yang mengajar orang Bugis itu soal Islam adalah orang Minang. Yang membawa Islam dan mengislamkan orang Bugis semuanya dari Minang. Datuak Ribandang. Kalau tidak ada orang Minang, mungkin orang Bugis tidak memahami Islam dengan baik. Bahkan bisa jadi tidak Islam," tambah Kalla.

Baca Juga:

Karena itu menurut JK perlu ada upaya memajukan kembali tingkat pengetahuan keagamaan ulama dan ustad yang banyak, mengembalikan marwah itu dari orang Minang.

"(Ulama) Orang Minang tidak ada lagi. Padahal disini dulu kalau mau belajar agama, datang ke Thawalib, datang ke Padang Panjang. Sekarang tidak ada lagi yang berpikir datang ke Padang Panjang. Paling ke Padang Panjang orang pergi makan sate (Mak Syukur). Kenapa terjadi? Karena sekarang terbalik. Orang Minang belajar sekolah agama sekarang pergi ke Gontor. Jadi ini yang harus diperbaiki," tambah JK.

Sumber: detik.com

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Sinergi Informasi, Kapuspen TNI Gelar Dialog Bersama Insan Pers
Kebebasan Pers Terancam, PPWI Soroti Sikap Reaktif Oknum LMPI dalam Skandal SMPN 2 Sindangagung
Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja
Polri Hadir di Tengah Petani, Polsek Kandis Pantau Jagung Tumpang Sari Kelompok Tani Ayu Makmur
Polda Riau Gagalkan Peredaran 6,94 Kg Sabu dan 969 Cartridge Etomidate Senilai Rp9,8 Miliar
Bhabinkamtibmas Sukaramai Monitoring Ketersediaan Ayam Potong di Pasar Agus Salim
komentar
beritaTerbaru