Rabu, 03 Juni 2026 WIB

Alam Semesta Tersusun dari Materi Hitam Dijelaskan Alquran dan Sains

Harijal - Kamis, 27 Juli 2017 08:41 WIB
Alam Semesta Tersusun dari Materi Hitam Dijelaskan Alquran dan Sains
Reuters

JAKARTA - Salah satu penemuan terbesar para ahli astronomi belakangan ini adalah materi pembentuk alam semesta. Mereka menamakannya materi hitam. Penemuan ini menimbulkan perubahan besar atas pemahaman terhadap alam semesta. 

Alquran telah mengisyaratkan hal ini sejak lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan, sesungguhnya alam semesta ini bukanlah istilah untuk ruang hampa dan materi yang bersifat hipotesis, seperti udara.

Alam semesta dipenuhi oleh materi tak terlihat, yaktu materi hitam yang mengisi ruang-ruang hampa di antara bintang-bintang dan galaksi-galaksi.  

Baca Juga:

Ukuran massa materi hitam yang tidak terlihat, lebih besar daripada massa materi-materi yang terlihat di alam semesta. Padahal, materi-materi yang terlihat itu mencakup bintang-bintang, galaksi-galaksi, benda-benda angkasa yang terlihat, dan benda-benda angkasa yang tak terlihat, yang bisa dipantau dengan sinar X atau sinar inframerah (seperti Lubang Hitam atau Black Hole, Neutron Star, Katai Putih, atau White Dwarf, dan Katai Cokelat atau Brown Dwarf). 

Sebanyak 99% massa galaksi tersusun dari materi yang tak terlihat. Sedangkan materi yang terlihat hanya menyumbang sekira 1%.  

Baca Juga:

Keberadaan materi hitam di alam menjadikan bintang-bintang dan galaksi-galaksi tetap berada di garis orbitnya selama berputar mengelilingi pusat revolusi. Tarikan gravitasi materi hitam menyeimbangkan tarikan gravitasi pusat revolusi (Lubang Hitam), sehingga bisa menjaga benda-benda langit tetap berada pada orbitnya. 

Ini merupakan tafsiran atas firman Allah ‘yasbahun’ (beredar, berenang) pada Surah Al-Anbiya Ayat 33. "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya," Surah Al-Anbiya Ayat 33. 

Selain itu, Surah Ya Sin Ayat 40 juga menyebutkan mengenai hal ini. "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya," Surah Ya Sin Ayat 40. 

Pengulangan kalimat ‘masing-masing beredar pada garis edarnya’ pada dua ayat di atas menunjukkan suatu kesengajaan bahwa benda-benda di alam semesta dalam kondisi berenang. Artinya, benda-benda itu berenang di tengah-tengah materi hitam yang membentuk alam semesta.

 

(ahl/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
PWI dan IPB Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia
Masyarakat Diwajibkan Tertib Administrasi, Tapi Pengurusan Surat Diduga Dipersulit Lurah Tembilahan Hulu
Sebanyak 16 Peserta Siap Berkompetisi di MTQ Riau ke-44 Tahun 2026 Kuansing
15 Hotel di Pekanbaru Siapkan Area UMKM dan Ekraf
Ketua Komisi I dan II DPRD Inhil Soroti Sikap Tertutup Kades Lubuk Besar Soal Data Lahan Warga
SPKN Ungkap Kejanggalan di Sentra Abiseka Rumbai, Urus Bantuan Sampai Maluku hingga Perusahaan Fiktif
komentar
beritaTerbaru