Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
JAKARTA - Pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa, Max Evert Ibrahim Tangkudung merasa terancam dengan ucapan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq ke Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.
Max merasa terancam dengan ujaran Rizieq. Max menilik video di YouTube yang telah viral di sosial media. Dalam video itu, Rizieq diduga menyerukan ancaman pembunuhan kepada pendeta melalui simpatisan. Max sempat menirukan, ucapan yang dilontarkan Rizieq.
"Dia katakan, 'bunuh pendeta-pendeta, pendeta-pendeta Kristen, siap, takbir!'. Di panggung besar depan orang banyak," ucap Max di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).
Baca Juga:
Max yang mengaku pendeta dari Minahasa, Sulawesi Utara, merasa terancam dengan apa yang dilontarkan Rizieq.
"Kami terus terang, dari Minahasa orang bergolak terus di sana, kami berprinsip abu dari abu. Ada pemimpin agama. Diancam dibunuh Anda bisa juga merelakan nyawa," ujar Max.
Baca Juga:
Max didampingi Tim Pembela Demokrasi Indonesia saat hendak melaporkan Rizieq di ruang SKPT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan.
Penasehat hukum TPDI Makarius Nggiri Wangge menjelaskan alasan pihaknya melaporkan Rizieq karena ucapannya itu dianggap sebagai bentuk intimidasi kepada pemuka agama lain.
"Kita akan melaporkan saudara Rizieq Shihab terkait dengan dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan uu ite yaitu Pasal 29 dan Pasal 45 ayat tiga terkait dengan ancaman yang disebar luaskan melalui Youtube yaitu ancaman pembunuhan terhadap seluruh pendeta yang ada di Indonesia," ujar Makrius.
Makrius mengaku belum mengetahui duduk perkara soal beredarnya video seruan dugaan ancaman yang disampaikan orang yang mirip Rizieq.
Dia hanya menjelaskan apa yang disampaikan dalam video itu lebih berkaitan setelah adanya kasus pembakaran tempat ibadah di Tolikara, Papua beberapa tahun lalu.(tnc/rec)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan