Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Ujaran Habib Rizieq Membuat Pendeta Ini Merasa Nyawanya Terancam

Harijal - Kamis, 26 Januari 2017 19:46 WIB
Ujaran Habib Rizieq Membuat Pendeta Ini Merasa Nyawanya Terancam
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Max Evert Ibrahim Tangkudung

JAKARTA - Pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa, Max Evert Ibrahim Tangkudung merasa terancam dengan ucapan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq ke Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Max merasa terancam dengan ujaran Rizieq. Max menilik video di YouTube yang telah viral di sosial media. Dalam video itu, Rizieq diduga menyerukan ancaman pembunuhan kepada pendeta melalui simpatisan. Max sempat menirukan, ucapan yang dilontarkan Rizieq.

"Dia katakan, 'bunuh pendeta-pendeta, pendeta-pendeta Kristen, siap, takbir!'. Di panggung besar depan orang banyak," ucap Max di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).

Baca Juga:

Max yang mengaku pendeta dari Minahasa, Sulawesi Utara, merasa terancam dengan apa yang dilontarkan Rizieq.

"Kami terus terang, dari Minahasa orang bergolak terus di sana, kami berprinsip abu dari abu. Ada pemimpin agama. Diancam dibunuh Anda bisa juga merelakan nyawa," ujar Max.

Baca Juga:

Max didampingi Tim Pembela Demokrasi Indonesia saat hendak melaporkan Rizieq di ruang SKPT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan.

Penasehat hukum TPDI Makarius Nggiri Wangge menjelaskan alasan pihaknya melaporkan Rizieq karena ucapannya itu dianggap sebagai bentuk intimidasi kepada pemuka agama lain.

"Kita akan melaporkan saudara Rizieq Shihab terkait dengan dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan uu ite yaitu Pasal 29 dan Pasal 45 ayat tiga terkait dengan ancaman yang disebar luaskan melalui Youtube yaitu ancaman pembunuhan terhadap seluruh pendeta yang ada di Indonesia," ujar Makrius.

Makrius mengaku belum mengetahui duduk perkara soal beredarnya video seruan dugaan ancaman yang disampaikan orang yang mirip Rizieq.

Dia hanya menjelaskan apa yang disampaikan dalam video itu lebih berkaitan setelah adanya kasus pembakaran tempat ibadah di Tolikara, Papua beberapa tahun lalu.(tnc/rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka
Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
komentar
beritaTerbaru