Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
MAMUJU - Akbar (25 tahun), seorang petani asal Mamuju, Sulawesi Barat, dimakan hidup-hidup oleh ular piton berukuran besar. Ia sepertinya diserang ketika sedang berkebun di perkebunan sawit. Menurut kalangan ahli seperti dikutip media Inggris BBC, kasus ular piton memakan orang sangat jarang terjadi.
Lantas bagaimana ular mampu melakukan itu?
Seperti dilaporkan sebelumnya, ular yang memakan Akbar berukuran sekitar tujuh meter. Ini merupakan piton yang memiliki kekuatan cukup besar. Ular ini mampu membelit dengan kuat dan menghancurkan tulang-tulang mangsa hingga mati lemas atau serangan jantung.
Baca Juga:
Piton tidak mengunyah makanannya mereka. Ular ini menelan dengan utuh. Rahang mereka yang cukup luwes membuatnya mampu melakukan hal itu, meski ada batas.
"Yang membatasi saat menelan manusia adalah tulang belikat, karena ini tidak dapat dilipat," ujar Mary Ruth Low, ahli dan peneliti ular piton dari kebun binatang di Singapura kepada BBC.
Baca Juga:
Menurut Low, piton secara ekslusif memakan hewan mamalia. Hanya keadaan tertentu saja hewan ini memakan reptil seperti buaya. "Mereka memakan tikus dan hewan kecil," ujarnya.
Namun, jika ular sampai dalam ukuran tertentu, asupan makanan kecil ini tak cukup. Karena ular membutuhkan kalori yang besar. "Pada intinya mereka bisa memakan mangsa yang cukup besar," ujarnya.
Pada 2005, piton Burma mencoba menelan buaya. Namun, dalam proses ternyata tak bisa, kedua hewan itu ditemukan mati. Pada 2002, bocah 10 tahun dilaporkan ditelan hidup-hidup oleh piton di Afrikan selatan, tapi bukan orang dewasa atau jenis piton seperti di Indonesia.
Apakah ini yang pertama?
Menurut Low, bisa saja, namun memerlukan bukti lebih lanjut. Menurut Antropologis Thomas Heland, di dunia modern penyerangan oleh ular seperti ini jarang terjadi. Biasanya mereka menyerang untuk mempertahankan diri.(ROL)
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
kabarmelayu.com,INHIL Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dr. H. Udin Syafriudin, M. Kes, menanggapi pemberitaan da
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus digencarkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru. Dala
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat menangani
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa