Kamis, 20 Agustus 2026 WIB

Sikapi Maraknya Aksi Demo, Muhammadiyah Desak Elite Politik Introspeksi Diri

Redaksi - Jumat, 29 Agustus 2025 19:33 WIB
Sikapi Maraknya Aksi Demo, Muhammadiyah Desak Elite Politik Introspeksi Diri
Kericuhan aksi demonstrasi di DPR.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan duka cita yang mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang warga Jakarta yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek daring (ojol). Pria 21 tahun itu sedang mengantarkan paket ketika ia dilindas kendaraan taktis milik Brimob Polda Metro Jaya dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, kemarin.

Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua Umum PPMuhammadiyahProf Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Prof Abdul Mu'ti, Persyarikatan menyampaikan harapan, pihak keluarga yang berduka memperoleh keadilan yang semestinya dan tersantuni dengan sebaik-baiknya.

"Kami mengharapkan para korban yang menderita luka-luka dalam aksi unjuk rasa tersebut agar segera pulih. Kami juga ikut berempati kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang menuntut keadilan untuk almarhum Affan," demikian petikan pernyataan PP Muhammadiyah dikutip dariRepublika, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga:

Muhammadiyah meminta semua pihak agar menahan diri serta menghentikan segala bentuk kekerasan yang dapat memecah persatuan bangsa. Setiap elemen masyarakat dan penyelenggara negara diminta dapat berdialog dan musyawarah demi mencari solusi atas problem bangsa.

Secara khusus, Muhammadiyah mendesak para elite, termasuk pejabat negara dan anggota legislatif, agar lebih peka terhadap aspirasi masyarakat. Selain itu, mereka yang sesungguhnya digaji dengan uang rakyat itu diharapkan lebih mengedepankan empati, kesantunan, dan kesederhanaan.

Baca Juga:

"Kami meminta para elite politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat. Publik membutuhkan keteladanan para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus," demikian pernyataan Muhammadiyah.

Usut tuntas
Persyarikatan mendesak Kepala Kepolisian RI (Kapolri) agar mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa Affan Kurniawan. Kematian almarhum disebabkan tindakan yang berlebihan dari aparat kepolisian di lapangan

Semestinya, menurut Muhammadiyah, aparatur keamanan lebih mengutamakan cara-cara dan pendekatan yang persuasif terhadap massa pengunjuk rasa. Dialog dan cara-cara non-kekerasan adalah wujud dari sikap kepolisian yang ideal untuk masyarakat.

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, utamanya peserta aksi unjuk rasa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat dan tuntutan. Jangan terprovokasi isu-isu yang bersifat destruktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, khususnya yang berasal dari media sosial yang tidak jelas sumbernya," demikian pernyataan Muhammadiyah.

"Kami percaya pada komitmen Bapak Presiden Prabowo untuk mendengar aspirasi publik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kelas bawah dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor sebagai perwujudan menjalankan amanat konstitusi.

Negeri ini memerlukan soliditas dan persatuan yang kokoh di tengah berbagai agenda dan masalah strategis nasional yang berat maupun situasi dunia yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian," tukasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
RUU Kawasan Industri Didorong Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
Ini Pesan Kemerdekaan Syahrul Aidi Saat  Pimpin Upacara HUT RI di Hayfalah Boarding School
Ekonomi Kerakyatan Harus Jadi Salah Satu Kekuatan Utama Nasional
UMKM Bersertifikat SNI di Bawah Satu Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
Sempena HUT Riau ke-69, Rumah Singgah Hendry Munief Diresmikan
Samsuri Daris Reses di Kecamatan Reteh, Serap Aspirasi
komentar
beritaTerbaru