Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Rohil Deklarasi Program PUSPA Three Ends

Harijal - Minggu, 12 Maret 2017 18:07 WIB
Rohil Deklarasi Program PUSPA Three Ends
dw/rec

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (BP2KBP3A) Kabupaten Rokan Hilir melakukan deklarasi prgram Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Publik dan Anak (PUSPA) Three Enda. Deklarasi langsung dilakukan oleh Bupati H Suyatno, Ahad (12/3) pagi di Halaman Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) disela acara Car Free Daya (CFD).

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Dandim 0321 Letkol Arh Bambang Sukisworo, Sekda Rohil Drs H Surya Arfan, Plt Kepada BP2KBP3A rohil Ir Tuti Rahayu, Ketua PKK Hj. Wan Mardiana Suyatno dan sejumlah kepalda dinas dan badan serta ratusan masyarakat.

Pembacaan deklarasi dilakuakn oleh Bupati, didampingi Dandim dan Sekda setelah itu dilakukan penekenan fakta integritas oleh Bupati dan Forkopimda.

Baca Juga:

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah mencanangkan Program unggulan 2016, yaitu Three ends. Pertama, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kedua, akhiri perdagangan manusia. Ketiga, akhir kesenjangan perempuan perempuan,” ujar Bupati.

Seringnya kekerasan dewasa ini terhadap perempuan dan anak dipandnag perlu melakukan sosialsiasi di semua pihak sehingga tak lagi terjadi hal-hal yang memuat para perempuan dan anak merasa tertindas.

Baca Juga:

“Tujuan Pertama, mempromosikan program unggulan three ends. Kedua, menggalang dukungan lembaga masyarakat, dunia usaha dan media untuk saling membantu mempromosikan program unggulan three ends. Ketiga, membangun sinergi antara Pemkab bersama berbagai pihak untuk mempercepat dan meningkatkan efektifitas terwujudnya kesejahteraa perempuan dan anak,” jelas Bupati.

Plt Kepala BP2KBP3A Rohil, Ir Sri Rahayu mengatakan bahwa pihaknya siap merangkul semua pihak menjalankan program pusat tersebut. “Kami BP3AKB Rohil, siap menuntaskan program unggulan Three Ends Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Negri Seribu Kubah,” tegas Rahayu.

Ia menambahkan, pentingnya komitmen dan menyamakan persepsi di kalangan komponenan masyarakat, tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dan menggugah kepedulian mereka terhadap persoalan yang dihadapi oleh perempuan dan anak. “Komitmen yang terbangun akan menjadi bekal yang berharga untuk berkolaborasi, bersinergi, baik dengan pemerintah pusat maupun daerah,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar semua pihak melindungai perempuan dan anak, terlebih kepada mereka orang-orang terdekat termasuk di sekolah. Kita miris dengan apa yang terjadi belakangan ini, anak-anak jadi korban tindakan asusila dan kita siap mendampingi baik pemulihan terhadap anak maupun pendampingan hukumnya," pungkasnya. (dw/rec)

SHARE:
beritaTerkait
Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG
Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
komentar
beritaTerbaru