Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
SELATPANJANG - Pihak Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur (3T) Kepulauan Meranti menggelar sosialisi tentang kenakalan remaja dan Karlahut, Jumat (20/1/2017). Dalam kegiatan ini, pemerintah Desa Lukut menggandeng pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti.
Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Lukun Jalan Utama, Desa Lukun Kecamatan 3T.
Terlihat hadir Camat Tebingtinggi Timur Tunjiarto MPd, Kades Lukun Lukman, Kades Batinsuir A Rauf, Kapolsek Tebingtinggi Syafril, Kanit Binmas Teddy, dan dr Ridha. Serta dihadiri juga siswa serta sekitar 200 warga yang berasal dari Lukun dan Batinsuir.
Baca Juga:
Kata Lukman, dasar mereka menggelar sosialisasi kenakalan remaja karena akhir-akhir ini di Desa Lukun ada pernikahan dini. Selain itu, beberapa kenakalan remaja juga terjadi.
"Kita perlu mensosialisasikan ke masyarakat agar kita sama-sama menjaga. Saya selaku pemimpin di desa ini berkewajiban menjaga generasi penerus bangsa," kata Lukman.
Baca Juga:
Lukman berharap dengan sosialisasi yang menghadirkan langsung pihak kepolisian, dan dokter (Diskes, red) masyarakat bisa mengerti dampak buruk dari kenakalan remaja. Lukman juga berpesan kepada generasi muda di Lukun untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa dalam menangkal segala godaan dan benturan dengan budaya-budaya yang tidak sesuai dengan diri masing-masing.
"Agar anak kita kedepannya menjadi dokter, menjadi polisi, harus dijaga. Kalau dari sekarang sudah nge-lem, menyalahgunakan narkoba, kelas 6 sudah nikah, cita-cita itu tidak akan pernah tercapai," ujarnya.
"Kita dukung apapun kegiatan positif dari pemuda, yang jelas tinggal melaporkan saja. Mudah-mudahan generasi kita, anak-kita, bisa kita jaga," tambahnya.
Di tempat sama, Camat 3T Tunjiarto, M.Pd berpesan kepada kades agar memperhatikan anak muda di daerah masing-masing. Kades diminta untuk senantiasa memberikan kegiatan positif seperti belajar keagamaan, olahraga, dan sebagainya.
Tunjiarto juga mengingatkan kepada orang tua bahwa pendidikan anak dimulai dari rumah. Menurutnya, terjadi kebebasan anak dan protes anak karena orang tua lah yang telah salah mendidik. "Anak-anak harus mendapat pelayanan yang baik dan kasih sayang dari orang tua. Warna anak kita, adalah gambaran dari sikap orang tua," kata Tunjiarto yang sebelumnya meminta maaf sebab bukan berniat mau menggurui.
Lalu, dipesankan Tunjiarto, orang tua harus mengawasi anak-anak ketika menonton dan menggunakan smartphone. Sebab, apa yang dilihat dan didengar, akan mempengaruhi kepribadian anak tersebut. "Anak-anak sangat peka terhadap informasi dari luar. Perhatikan apa yang mereka dengar dan mereka lihat," tambah Tunjiarto.
Kemudian, disampaikan Tunjiarto lagi, lingkungan juga sangat mempengaruhi kepribadian anak. Salah dalam bergaul di luaran, bisa menyebabkan anak-anak melakukan perbuatan negatif yang bisa merugikan diri sendiri, keluarga dan orang banyak.
Sementara Kapolsek Tebingtinggi yang meliputi wilayah Tebingtinggi Timur Syafril berpesan agar semua pihak mewaspadai peredaran narkoba. Sebab, kata Syafril, meski Desa Lukun bukan seperti kota besar, namun akses ke Selatpanjang tidak sulit.
Kata Syafril lagi, dalam mengontrol jangan pula terkesan menekan. Orang tua dituntut harus bisa diandalkan, diteladani, dan bisa menjadi teman si anak.
Disampaikannya juga usia remaja adalah usia yang sangat rentan akan tindak kejahatan.
Kepada anak-anak dipesankan juga untuk senantiasa mempergunakan gadget dengan bijak. Ini bisa menghindari anak-anak dari kejahatan di dunia maya.
"Bijaklah menyikapi, karena bisa mempengaruhi jiwa. Pergunakanlah dengan baik gadget itu agar terhindari dari kejahatan dunia maya," kata Syafril.
Anak-anak muda juga diminta untuk tidak mencoba yang namanya narkoba dan pergaulan bebas serta menyimpang. Anak-anak dipesankan agar membentengi diri dengan ilmu agama.
"Narkoba membahayakan, ini jadi musuh kita bersama. Hindari juga pernikahan bawah umur karena selain dampak kesehatan, juga ada hukuman tentang perlindungan anak," pesan Syafril.
Syafril juga berpesan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan. Sebab, pembakar lahan bisa diancam dengan pasal 108 UU No 23 tahun 2014 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda Rp3 miliar.
Sementara itu, dr Ridha (24) yang disebut-sebut sebagai dokter cantik memaparkan tentang dampak buruk bagi yang terlibat pernikahan dini. Menurut alumni Kedokteran UNRI Pekanbaru ini lagi, usia subur yang baik untuk reproduksi wanita adalah mulai umur 21 tahun. "Kalau di bawah 21 tahun, tubuh belum terlalu kuat dan resiko kematian ibu sangat tinggi," kata dr Ridha.
Perempuan asal Indragiri Hilir yang bertugas di Puskesmas Selatpanjang ini juga berpesan agar generasi muda tidak terlibat pacaran apalagi pernikahan dini. Dipesankannya, generasi muda hendaknya menghabiskan waktu untuk belajar dan beraktivitas yang sifatnya positif seperti menyalurkan hobi pada olahraga ataupun kesenian.
"Kuatkan iman dan takwa. Salurkan hobi seperti olahraga dan kesenian, daripada berbuat yang aneh-aneh," pesan dokter cantik itu.
Kemudian, dipesankan juga ke orang tua untuk senantiasa jeli memperhatikan perubahan anak. Baik prilaku, nilai dari sekolah, maupun bentuk tubuh.
Anak-anak juga dipesankan untuk menjauhi yang namanya penyalahgunaan narkoba dan seks bebas. Sebab, menurut dr Ridha lagi, jika terlibat penyalahgunaan narkoba menggunakan jarum suntuk, besar kemungkinan terjangkit berbahaya seperti hepatitis B, dan HIV AIDS. "Jika itu terjadi, kita dikucilkan di keluarga dan masyarakat," ujarnya.
"Selain itu, orang tua juga harus mengajak anak bercerita. Biarlah mereka curhat segala permasalahan pada orang tua," pesan dr Ridha lagi.
(goriau.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan