Kamis, 05 November 2026 WIB

Jenazah Basri, Pekerja Migran Korban Penembakan APMM Malaysia Tiba di Pekanbaru

Redaksi - Rabu, 29 Januari 2025 19:11 WIB
Jenazah Basri, Pekerja Migran Korban Penembakan APMM Malaysia Tiba di Pekanbaru
Foto: Kumparan
kabarmelayu.comPEKANBARU - Jenazah Basri, pekerja migran yang meninggal dunia usai menjadi korban penembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) tiba di Terminal Cargo Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Provinsi Riau, Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan pantauan, peti jenazah berwarna putih berlapiskan plastik tiba dengan disambut anggota keluarga. JenazahBasrilangsung dimasukkan ke ambulans untuk dibawa ke Pulau Rupat, Bengkalis.

Sepupu korban Basri, Azrai, mengatakan bahwa pihak keluarga telah menerima dengan lapang dada kematian Basri. Korban akan dimakamkan pada hari ini juga.

"Pemakaman tetap akan kami selenggarakan hari ini, jenazah akan dibawa ke Jalan Nelayan, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis," katanya.

Baca Juga:

Azrai menuturkan bahwa pihak keluarga awalnya mendapatkan kabar penembakan ini pada Jumat (24/1/2025). Bahkan, keluarga korban ternyata tak mengetahui Basri kerja di Malaysia.

"Kami tak mengetahui lagi ke mana dia mencari kerja, bahkan komunikasi tidak ada. Anaknya juga tidak mengetahui," tambah Azrai.

Baca Juga:

Diberitakan sebelumnya, lima WNI yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal menjadi korban penembakan oleh APMM. Kejadian ini mengakibatkan satu korban bernama Basri tewas, sedangkan empat lainnya luka-luka.

Lima WNI menjadi korban penembakan, satu di antaranya meninggal dunia. Korban berinisial B diduga berasal dari Riau," kata Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau Fanny Wahyu Kurniawan.

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa korban terdiri atas dua orang asal Riau, dua asal Sumatera Utara, dan satu dari Kepulauan Riau. BP3MI bersama Kementerian Luar Negeri, kata dia, saat ini sedang berupaya meminta transparansi dari otoritas Malaysia untuk mengusut tuntas insiden tersebut.

Republika/Antara

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
FAP-Tekal Dumai Desak Kejelasan Kasus Andi Setiawan, Kejari Belum Beri Kepastian
M. Ridwan dan Nurhayati Nahkodai PC PMII dan KOPRI Inhil Periode 2026–2027
Nurhayati Bertekad Wujudkan KOPRI PMII Sebagai Rumah Gerakan Perempuan yang Kritis, Mandiri, Progresif dan Berdaya
Tenan Pelindo Dumai Ingkar Janji, IPTD: Jangan Sepelekan Kami
Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya
Pengiriman PMI Ilegal Melalui Tanjung Harapan Selatpanjang Digagalkan
komentar
beritaTerbaru