Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Lestarikan Mangrove, GEC Malaysia dan Yayasan Gambut Riau Kunjungi Kelompok Konservasi Paghet Seghagha Kelapapati

Redaksi - Rabu, 29 Mei 2024 15:22 WIB
Lestarikan Mangrove, GEC Malaysia dan Yayasan Gambut Riau Kunjungi Kelompok Konservasi Paghet Seghagha Kelapapati
Foto: Diskominfotik Bengkalis
BENGKALIS - Global Environment Center (GEC) Malaysia dan Yayasan Gambut Riau melakukan kunjungan dalam rangka Assessment ke Kelompok Konservasi Paghet Seghaghah Desa Kelapa Pati, Kecamatan Bengkalis dan didampingi LSM Bahtera Melayu, Selasa, 28 Mei 2024.

Menurut Defitri Akbar Direktur Eksekutif Bahtera Melayu didampingi Khairul Saleh Sekretaris Eksekutif Bahtera Melayu menyampaikan bahwa pihaknya mencoba memperkenalkan Desa Kelapapati dan Kelompok Konservasi Mangrove kepada GEC Malaysia dan Yayasan Gambut Riau.

"Mudah-mudahan program ekologi mangrove kelompok ini juga mendapatkan dukungan dari GEC dan YG seperti yang telah dilakukan oleh kedua lembaga tersebut di desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu dengan dukungan dari dana Aramco, yang telah meluncurkan Program Konservasi Mangrove berbasis masyarakat untuk melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal dalam melakukan rehabilitasi dan konservasi mangrove," ujar Defitri Akbar.

Baca Juga:

Sementara itu, Kepala Desa Kelapapati Dasril dalam sambutannya mengucapakan selamat datang kepada tamu dari negara jiran Malaysia dan Yayasan Gambut Riau, yang diperkenalkan oleh LSM Bahtera Melayu untuk mengunjungi Desa Kelapapati dan Kelompok Konservasi.

Baca Juga:

"Kami dari Pemerintah Desa berharap apa yang akan di lakukan oleh GEC Malaysia dan Yayasan Gambut Riau, dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan desa kami, sehingga kami dengan senang hati dengan tangan terbuka lebar mendukung penuh terhadap apa yang akan diprogramkan nantinya," sebut Kades.

Beliau juga menjelaskan apa yang sudah dilakukan oleh Kelompok Konservasi tersebut di kawasan mangrove Desa Kelapapati, dan menyebutkan bahwa pemerintah sangat respon dan saling mendukung semua kegiatan yang di lakukan oleh kelompok selama ini.

Sementara Direktur Yayasan Gambut Riau Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah Desa Kelapapati dan LSM Bahtera Melayu yang memperkenalkan Kelompok Konservasi Paghet Seghagah.

"Assessment ini juga memang telah kami lakukan di Desa Buruk Bakul dengan program Konservasi dan Restorasi Mangrove, mudah-mudahan bisa juga kita kembangan di Kelompok Konservasi Paghet Seghagah Desa Kelapapati ini," ucapnya.

Dalam kesempq itu juga mendengarkan paparan dan penjelasan tentang program Konservasi dan Restorasi Mangrove berbasis Masyarakat yang disampaikan En Nagarayan Rengasamy didampingi En Md Nazeri dari GEC Malaysia.

Beliau dengan panjang lebar menjelaskan tentang program serta manfaat dari ekosistim mangrove apabila dijaga dengan baik maka bisa mendatangkan banyak manfaat untuk manusia.

Ia juga mengucapakan terima kasih kepada Bahtera Melayu yang mempelopori kehadiran mereka di Desa Kelapapati dan kepada semua pihak yang turut memberikan dukungan dan sambutan terhadap GEC Malaysia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah dosen Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, BPD Kelapapati dan sejumlah masyarakat lainnya.(her)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Siap Bentuk Pokja Pembatalan Sertifikat di TNTN
Panglima TNI Kuatkan Hati Keluarga Almarhum Prajurit TNI yang Gugur dalam Penanganan Bencana di Padang
Menko Polkam Djamari Chaniago Kunjungi DPRA, Respon Revisi UU Pemerintahan Aceh
Pastikan Keamanan Warga, Kapolsek Kandis Kunjungi Pos Satkamling Wilayah Kandis Kota
Mahasiswa KKN Universitas Abdurrab Kelompok 19 Sungai Pinang Penyuluhan di SMAN 1 Kampar Timur
BBKSDA Riau Sampaikan Kabar Duka Dunia Konservasi, Gajah yang Ditinggal Induk Akhirnya Mati
komentar
beritaTerbaru