Rabu, 10 Juni 2026 WIB

BRGM Dorong Pemaanfaatan Lahan Gambut Berkelanjutan

Redaksi - Rabu, 23 Oktober 2024 20:06 WIB
BRGM Dorong Pemaanfaatan Lahan Gambut Berkelanjutan
Temu bisnis penguatan kemitraan usaha Pokmas Desa Mandiri Peduli Gambut di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan di Hotel Pangeran Pekanbaru.(Foto: Ist)
PEKANBARU- Pelaksanaan restorasi gambut oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) saat ini tidak hanya berfokus pada kegiatan teknis pembasahan, namun juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Kunci keberhasilan restorasi gambut ada pada tiga aspek, yakni konservasi, komunitas dan mata pencaharian.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BRGM Ir Gatot Soebiantoro pada acara temu bisnis penguatan kemitraan usaha Pokmas Desa Mandiri Peduli Gambut (DPMG), di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (23/10/2024).

"Program Pengembangan Usaha Masyarakat (PUM) dari BRGM berupaya meningkatkan dan mengembangkan mata pencaharian masyarakat untuk mendorong partisipasi dan kemitraan masyarakat dalam pelaksanaan restorasi gambut di tingkat tapak," katanya.

Baca Juga:

Program PUM dimulai dengan fasilitasi dan pendampingan usaha, pelatihan penguatan bisnis. Kemudian peningkatan produksi pokmas, perbaikan kualitas dan legalitas produk, hingga peningkatan pemasaran produk melalui temu bisnis antara pokmas dan pembeli hasil atauofftaker.

"Pada kegiatan ini BRGM mempertemukan 12 pokmas dan 20offtakeryang berasal dari provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Fokus kegiatan ini adalah business to business, BRGM bertindak sebagai fasilitator antara kedua belahpihak agar menemukan dan mencapai kesepahaman bisnis," ujarnya.

Baca Juga:

Forum temu bisnis diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pokmas danofftakeruntuk saling berbagi pengalaman, informasi, pengetahuan, dan jejaring bisnis sehingga dapat bermanfaat untuk pengembangan usaha masing-masing pihak.

"Dalam pelaksanaannya, kegiatan temu bisnis ini membahas 75 produk lahan gambut. Ragam produk diantaranya, produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti madu, produk olahan pangan seperti keripik nenas, dodol nenas, aneka kue dari sagu, kopi, minuman jahe, hingga produk kriya dan ecoprint," paparnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rapat dengan Menteri Ekraf, Komisi VII DPR Soroti Dampak Nyata 76 MoU Bagi Pelaku Kreatif
15 Hotel di Pekanbaru Siapkan Area UMKM dan Ekraf
Diduga Ada Cukong di Balik Penolakan Penertiban Kawasan Hutan, Operasional Kades Lubuk Besar Disebut Ikut Dibiayai
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan yang Dilakukan Korporasi Sawit
Hendry Munief Apresiasi UMKM Pinaloka Siak, Manfaatkan Komoditas Lokal sebagai Produk Olahan Unggulan
Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief: Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
komentar
beritaTerbaru