Perayaan HUT Ke -24 Kelenteng Huat Cu Kong Perawang Meriah
Perayaan HUT Ke 24 Kelenteng Huat Cu Kong Perawang Meriah
Sosial
Kapal yang mengangkut bahan pokok dan barang kelontong tersebut dilaporkan karam setelah dihantam ombak besar yang menyebabkan bagian lambung bawah pecah. Insiden ini mengakibatkan muatan kapal berserakan di sepanjang perairan hingga ke bibir pantai.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekira pukul 11.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, kapal tersebut mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan tersebut.
Baca Juga:
"Kemudian kami dari pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan dan memastikan situasi di lokasi kejadian tetap kondusif. Sebanyak tujuh orang awak kapal dilaporkan berhasil selamat dalam musibah ini," ujar Fahrian.
Identitas para korban adalah Nakhoda bernama Wardi (59), warga Kepulauan Meranti, serta enam Anak Buah Kapal (ABK) lainnya yakni Zainal, Herman Sabri, Rahmat, Wahid, Mahadi, dan Candra. Seluruh kru kapal berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat dalam keadaan selamat tanpa luka yang serius meskipun sempat mengalami trauma.
Baca Juga:
Kronologis kejadian bermula pada Kamis (22/1/2026) sekira pukul 18.00 WIB saat kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan menuju Kota Selatpanjang. Kapal tersebut membawa muatan barang sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Namun, saat berada di depan perairan Selat Morong, Kecamatan Rupat, cuaca buruk mulai melanda dengan ombak tinggi dan angin kencang yang menghantam badan kapal," jelas Fahrian.
Memasuki pukul 21.00 WIB, hantaman ombak mengakibatkan lambung bagian bawah kapal pecah dan air mulai masuk dengan cepat. Kapten Wardi sempat mencoba meminta bantuan kepada petugas Angkatan Laut dan Basarnas Bengkalis melalui radio komunikasi.
"Sayangnya, tak lama kemudian mesin kapal mati total, yang mengakibatkan sistem komunikasi terputus sehingga posisi kapal tidak dapat terpantau lebih lanjut," cerita Fahrian.
Para awak kapal terpaksa mengapung di tengah laut selama berjam-jam dalam kondisi darurat sebelum akhirnya kapal terdampar di perairan Desa Sepahat pada Jumat siang.
Kondisi kapal saat ditemukan sudah tenggelam sebagian dengan posisi dek dan lambung kapal yang terpisah. Hal ini menyebabkan ribuan paket sembako dan barang kelontong hanyut terbawa arus hingga ke tepian pantai.
Masyarakat setempat yang melihat kejadian itu segera berdatangan ke pantai untuk membantu evakuasi dan mengambil barang-barang yang hanyut. Bhabinkamtibmas Desa Sepahat, Aipda Rully Salemba, sempat memberikan imbauan tegas agar masyarakat tidak menjarah barang milik kapal.
"Namun, pihak pengurus kapal melalui Kapten Wardi menyatakan bahwa warga diperbolehkan mengambil barang tersebut untuk dimanfaatkan daripada terbuang sia-sia di laut sebagai bentuk rasa terima kasih atas pertolongan warga," terang Fahrian.
Hingga saat ini, ketujuh awak kapal masih berada di Desa Sepahat untuk beristirahat sambil menunggu penjemputan. Pihak pengurus kapal dari Selatpanjang dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk mengevakuasi seluruh kru kembali ke daerah asal.
"Anggota kami tetap bersiaga di lokasi guna memantau perkembangan situasi dan memastikan keamanan di sekitar area pantai," pungkas Alumni Akpol 2005 itu.(mcr)
Perayaan HUT Ke 24 Kelenteng Huat Cu Kong Perawang Meriah
Sosial
Polisi Geledah Rumah Oknum Pencuri Kotak Amal, Puluhan Barang Bukti Disita
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Polisi menemukan puluhan kotak amal yang telah dirusak di sebuah rumah di Jalan Thamrin, Kecamatan Sail, Pekanba
Hukrim
kabarmelayu.com,KUANSING Kelompok Tani 80 Sumber Berkah hari ini, Sabtu (5/9/2026) kembali memasuki dan menguasai secara fisik areal kebun
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan penambahan kuo
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Suasana berbeda mewarnai aktivitas insan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) seRiau. Tak ha
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Riau menggelar pelatihan public speaking bertema Berani Tampil & Men
TNI/Polri
kabarmelayu.com,ROHUL Polres Rokan Hulu (Rohul) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pangaraian, melaksana
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Luas lahan terbakar di Riau saat ini sudah mencapai 18.770 Hektare. Badan Penangulangan Bencana Daerah dan Pemad
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka hotspot (titik panas) di Provinsi Riau terus mengalami kenaikan signifikan dalam empat hari terakhir. Dari
Lingkungan