Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Aksi dilakukan kelompok tani SKB sebagai buntut kekecewaan mereka terhadap perusahaan. Pasalnya, PT. RAPP belum melakukan pembayaran kompensasi lahan kelompok tani SKB yang telah mereka manfaatkan, padahal Addendum Perjanjian pembayaran sudah di tanda tangani No. 05/H-HO/RAPP/LGL/IV/2025 secara bersama.
Dalam aksi itu, kelompok tani mengeluarkan tiga tuntutan kepada PT. RAPP. Pertama, segera mengosongkan lahan yang telah digarap sebab dinilai tidak lagi menguntungkan bagi kelompok tani. Kedua, membayar pinjaman daur yang sedang berjalan. Ketiga, menghentikan segala bentuk kerja sama yang telah disepakati sebelumnya
Ketua kelompok tani SKB, Rustam Efendi didampingi Sekretaris Efri Suryadi dalam aksinya menjelaskan, sebelumnya aksi demo ini akan dilalukan pada tanggal 16 Agustus 2025 namun karena sesuatu hal maka baru terlaksana pada hari ini.
Baca Juga:
"Sesuai dengan tuntutan masa aksi, agar segera untuk ditanggapi dengan serius," ujar Rustam Efendi.
Poin terpenting terkait lahan kelompok tani yang digarap perusahaan perkebunan dapat menjalin kemitraan dengan kelompok tani untuk mengelola lahan.Kemitraan ini harus didasarkan pada prinsip saling menguntungkan dan memperhatikan hak-hak petani
Baca Juga:
Kelompok tani SKB memastikan aksi yang digelar akan berlangsung secara damai, dengan tujuan menyampaikan aspirasi petani secara terbuka agar PT. RAPP segera menanggapi tuntutan yang sudah lama diperjuangkan.
Dengan berbagai tulisan di bentangan spanduk yang diperlihatkan warga, serta berulang-ulang meneriakkan agar pihak perusahaan segera melakukan realisasi sesuai dengan kesepakatan yang sebelumnya disepakati.
"Kesepakatan ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun, namun pihak perusahaan belum melakukan penyelesaian pembayaran kompensasi kepada kelompok tani," ungkap Rustam
Lanjutnya, anggota kelompok tani SKB berharap PT. RAPP secepatnya melakukan pembayaran. Kelompok tani menegaskan akan terus memperjuangkan sampai hak-hak mereka diberikan.
Hingga saat ini, pihak perusahaan PT. RAPP belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi yang dilakukan Kelompok Tani SKB.
Kapolres Kuansing, AKBP R. Ricky Pratidiningrat, SIK, MH melalui Kabag SDM Kompol. Y. Emanuel Bambang Dewanto mengucqpkan terima kasih kepada seluruh anggota kelompok tani SKB yang telah melakukan aksi unjuk rasa ini dengan damai dan tertib
Untuk pengamanan unjuk rasa damai ini pihak kepolisian melibatkan anggota sebanyak 130 orang.(RA)
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah melaksanakan ujian akhir kelulusan beberapa waktu lalu, sebanyak 140 murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kub
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah sukses melaksanakan ujian akhir murid Kelas VI Tahun Pelajaran 20252026 beberapa waktu lalu, saat ini UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Kabupaten Kampar kembali ditindak. Kali ini, Polres Kampar me
Hukrim