Perayaan HUT Ke -24 Kelenteng Huat Cu Kong Perawang Meriah
Perayaan HUT Ke 24 Kelenteng Huat Cu Kong Perawang Meriah
Sosial
Desakan ini disampaikan ketua dan pengurus Karang Taruna Desa Kota Lama, Desa Pematang Jaya, Desa Bukit Petaling, Desa Tani Makmur, Desa Titian Resak, dan Desa Petala Bumi.
"Kami mendesak PT Inecda memutuskan kontrak vendor PT FBI karena terlalu arogan menghakimi warga yang diduga mencuri sawit, sehingga mengalami luka dan patah tulang. Ini merupakan penganiayaan yang sering terjadi dilakukan petugas keamanan PT FBI," kata Ketua Karang Taruna Desa Petala Bumi, Joni Pasaribu, Rabu (7/5/2025).
Baca Juga:
Tuntutan ini disampaikan kepada manajemen PT Inecda pada Selasa (6/5/2025) yang dihadiri lima ketua Karang Taruna dan perwakilan masyarakat lima desa disekitar PT Inecda.
"Kami tidak mendukung pencurian sawit, namun tindakan security PT FBI ini sudah melanggar SOP karena sering melakukan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian. Seharusnya mereka mengamankan bukan menghakimi pelaku sehingga mengalami luka dan patah tulang," sehut Joni.
Baca Juga:
Untuk diketahui, seorang warga Desa Tani Makmur bernama Andika pada Jumat (2/5/2025) kemarin ditangkap petugas keamanan PT FBI karena kedapatan mengambil satu janjang buah sawit PT Inecda.
"Saat ditangkap ada tiga orang security langsung menganiaya Andika. Dia dipukuli security PT FBI sampai luka dan patah tulang pada bagian tangan sebelah kiri," tutur Joni.
Menyikapi hal ini, sakbung Ketua Karang Taruna Desa Pematang Jaya, Dedi, kami sudah menyampaikan tuntutan kepada PT Inecda agar memutuskan kontrak dengan PT FBI. Tanggapan PT Inecda akan menyampaikan tuntutan kepada pimpinan PT Inecda.
"Kami beri waktu satu minggu agar PT Inecda memutuskan kontrak PT FBI. Jika ini belum dilakukan maka warga akan bertindak sendiri mengusir para security PT FBI dari PT Inecda," sebutnya.
Pihak keluarga Andika korban penganiayaan security PT FBI melapor ke Polisi. Laporan itu dibuat oleh Budiyanto adik korban (Andika) yang tidak terima Abangnya dianiaya sehingga mengalami luka dan patah tulang permanen oleh security PT FBI ke Polsek Rengat Barat, pada Sabtu (3/5/2025).
"Persoalan ini sudah kami serahkan kepada pihak Kepolisian. Kami berharap Polisi dapat menindaklanjuti atas penganiayaan yang dilakukan security terhadap keluarga kami," kata Budiyanto.(Yudi)
Perayaan HUT Ke 24 Kelenteng Huat Cu Kong Perawang Meriah
Sosial
Polisi Geledah Rumah Oknum Pencuri Kotak Amal, Puluhan Barang Bukti Disita
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Polisi menemukan puluhan kotak amal yang telah dirusak di sebuah rumah di Jalan Thamrin, Kecamatan Sail, Pekanba
Hukrim
kabarmelayu.com,KUANSING Kelompok Tani 80 Sumber Berkah hari ini, Sabtu (5/9/2026) kembali memasuki dan menguasai secara fisik areal kebun
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan penambahan kuo
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Suasana berbeda mewarnai aktivitas insan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) seRiau. Tak ha
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Riau menggelar pelatihan public speaking bertema Berani Tampil & Men
TNI/Polri
kabarmelayu.com,ROHUL Polres Rokan Hulu (Rohul) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pangaraian, melaksana
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Luas lahan terbakar di Riau saat ini sudah mencapai 18.770 Hektare. Badan Penangulangan Bencana Daerah dan Pemad
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka hotspot (titik panas) di Provinsi Riau terus mengalami kenaikan signifikan dalam empat hari terakhir. Dari
Lingkungan